• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • 2022
  • Februari
Arsip 2022:

Februari

Ketahui Peran Vitamin untuk Meningkatkan Sistem Imun di Masa Pandemi COVID-19

BeritaEdukasi Selasa, 22 Februari 2022

 

Kasus COVID-19 varian Omicron saat ini masih menjadi kasus utama di Indonesia. Pada 19 Febuari 2022 dinyatakan bahwa kasus harian hingga mencapai 59.384, yang mana lebih tinggi dibanding puncak kasus harian Delta tahun lalu sebesar 56.757. Akan tetapi, Kementerian Kesehatan menyatakan adanya penurunan kasus konfirmasi harian berkurang hingga 10.900 pada 20 Februari 2022 dari hari sebelumnya, dan kasus aktif sedikit melambat dengan penambahan 15.448 per hari. Meskipun begitu, pemerintah tetap meningkatkan upaya pencegahan pandemi COVID-19 ini dengan meningkatkan program vaksinasi dosis lengkap dan booster. Apabila masyarakat telah mendapatkan dosis kedua dalam kurun waktu minimal enam bulan, maka sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi ketiga atau booster (Kemenkes, 2022). Beberapa penelitian menyatakan bahwa vaksin booster dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan COVID-19 varian Omicron saat ini dibanding varian Delta (Omer dan Malani, 2022).

Dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah penularan COVID-19 saat ini, suplementasi vitamin A, C, E, dan B komplek sangat penting. Vitamin A memilki peran dalam memberikan perlindungan tubuh terhadap infeksi dengan menjaga kesehatan permukaan jaringan dan kulit pada mulut, lambung, usus, dan sistem pernafasan. Kurangnya asupan vitamin A pada bayi hingga anak-anak dapat menyebabkan penyakit infeksi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Asupan vitamin A yang cukup dapat diperoleh dari konsumsi wortel, brokoli, bayam, daun singkong, ubi jalar dan beberapa bahan makanan lain yang diperkaya vitamin A (Kemenkes, 2020).

Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga konsumsi vitamin C sangat diperlukan. Vitamin C dapat berperan sebagai anti inflamasi yang mampu mencegah terjadinya kerusakan oksidatif sehingga sistem kekebalan tubuh meningkat (Shakoor et al., 2021). Dalam menunjang sistem imun, vitamin juga berperan dalam meningkatkan kemotaksis dan kemampuan fagosit neutrophil, meningkatkan aktivitas makrofag, serta mendukung proliferasi neutrophil, monosit, dan fagosit (Febriana, 2021). Konsumsi suplemen vitamin C dalam sehari dianjurkan dengan dosis 500 – 1000 mg dalam 1-2 kali, mengingat batas atas toleransi asupan vitamin C tidak boleh melebihi 2000 mg per hari (Ahmed et al., 2022). Sedangkan dalam bahan makanan kaya vitamin C dapat dijumpai pada buah-buahan seperti jambu biji, papaya, jeruk, tomat, stroberi, dan kiwi.

Vitamin E memiliki efek imunomodulator pada sel imunitas bawaan dan adaptif. Vitamin E mampu meningkatkan produksi sel T, meningkatkan aktivitas sel NK, meningkatkan sekresi sitokin IL-2, meningkatkan respon limfosit, serta menurunkan risiko infeksi (Shakoor et al., 2021). Berdasarkan beberapa sumber literatur yang ada, suplementasi vitamin E dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mengurangi risiko infeksi akibat beberapa virus dan bakteri. Sumber makanan yang mengandung vitamin E meliputi sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Vitamin B1 atau thiamin dapat menurunkan mortalitas pasien sepsis pada pasien COVID-19. Asupan vitamin B1 yang kurang dapat menginduksi respon peradangan yang dapat mengakibatkan kematian sel saraf. Vitamin B2 dan B3 dapat berperan dalam penurunan sitokin proinflamasi. Vitamin B6, B9, dan B12 mampu mendukung aktivasi sel T sitotoksik dan sel NK sebagai pendukung fungsi imunitas (Febriana, 2021). Vitamin B6 dalam makanan dapat dijumpai pada sereal, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau.

Sebagian besar sumber vitamin alami terkandung dalam berbagai macam bahan makanan. Oleh karena itu, konsumsi makanan seimbang sesuai anjuran Kemenkes dengan prinsip “Isi Piringku” dapat membantu memenuhi asupan vitamin. Pemenuhan vitamin yang cukup di masa pandemi COVID-19 sangat penting untuk mencegah penularan penyakit.

 

  1. Ahmed, A. et al. (2022) The Combination of Quercetin and Bromelain with Zinc, EGCG, Retinoic Acid, Vitamin C and Vitamin D for the potential Symptom Reducer, Prevention, and Treatment for Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
  2. Febriana, L. (2021) ‘Potensi Suplemen dalam Tatalaksana COVID-19’, Continuing Medical Education, 48(2), pp. 93–96.
  3. Kemenkes (2020) ‘Panduan Gizi Seimbang pada Masa Pandemi COVID-19’. Kementerian Kesehatan RI.
  4. Kemenkes (2022) Kasus Konfirmasi COVID-19 Menurun Signifikan, Pemerintah Terus Mengimbau Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kementerian Kesehatan RI. Tersedia di: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220220/2839361/kasus-konfirmasi-covid-19-menurun-signifikan-pemerintah-terus-mengimbau-disiplin-prokes-dan-vaksinasi/ (Diakses pada: 20 Februari 2022).
  5. Omer, S. B. dan Malani, P. N. (2022) ‘Booster Vaccination to Prevent COVID-19 in the Era of Omicron’, Journal of The American Medical Association, 327(7), pp. 628–629.
  6. Shakoor, H. et al. (2021) ‘Immune-boosting role of vitamins D, C, E, zinc, selenium and omega-3 fatty acids: Could they help against COVID-19?’, Maturitas, 143, pp. 1–9.

 

Terapkan Empat Pilar Pedoman Gizi Seimbang untuk Mencegah COVID-19

BeritaEdukasi Selasa, 15 Februari 2022

Penularan kasus varian Omicron menyebabkan kasus harian COVID-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan hingga mendekati puncak kasus varian Delta pada pertengahan tahun 2021. Data penambahan harian konfirmasi positif yaitu 55.209 pada tanggal 13 Februari 2022 (Kemenkes, 2022). Menurut WHO (2022), varian Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi akan tetapi tingkat kematian lebih rendah daripada varian Delta. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi puncak kasus COVID-19 varian Omicron pada awal Maret 2022. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan langkah pencegahan dalam penularan COVID-19 dengan menjaga protokol kesehatan, melakukan vaksinasi booster, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Upaya meningkatkan imunitas tubuh adalah salah satu perlindungan utama dalam mencegah penularan COVID-19. Masyarakat dapat menerapkan empat pilar dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) untuk meningkatkan imunitas tubuh. Prinsip pertama dan utama yaitu dengan mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam dan seimbang. Mengonsumsi makanan yang beragam bertujuan untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatan. Kementerian Kesehatan RI telah memberikan panduan dalam memenuhi gizi seimbang dengan “Isi Piringku”. Porsi dalam mengonsumsi makanan yaitu terdapat makanan pokok sebagai sumber energi, lauk-pauk sebagai sumber protein hewani dan nabati, buah-buahan dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral. Konsumsi dalam sehari dianjurkan 3-4 porsi makanan pokok, 2-3 porsi lauk pauk, 3-4 porsi sayuran, dan 2-3 porsi buah-buahan. Pemenuhan konsumsi sayur dan buah yang beragam dapat menjadi sumber vitamin (A, C, E, dan B) serta mineral (Se, Fe, dan Zn) yang berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan imunitas tubuh. Di sisi lain, masyarakat juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi gula (4 sdm), garam (1 sdt), dan minyak (5 sdm) dalam satu hari.

Prinsip selanjutnya yaitu melakukan aktivitas fisik dan berolahraga secara rutin. Aktivitas fisik merupakan setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi. Aktivitas fisik terdiri atas aktivitas selama bekerja, waktu senggang, dan aktivitas sehari-hari. Latihan olahraga merupakan aktivitas fisik yang terencana, terstruktur, berulang, serta bertujuan untuk memelihara kebugaran tubuh. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan aktivitas fisik dilakukan minimal selama 150 menit seminggu atau 30 menit sehari dengan intensitas sedang sebanyak 3-5 kali dalam seminggu. Olahraga dengan intensitas sedang yang berlangsung singkat (sekitar 30 menit) secara teratur bermanfaat untuk pertahanan kekebalan tubuh, terutama pada orang dewasa (Simpson, et. al., 2020). Hal ini selaras dengan prinsip ketiga PGS yaitu menjaga berat badan ideal. Berat badan normal menjadi salah satu indikator tercapainya keseimbangan zat gizi tubuh bagi orang dewasa. Normal atau tidaknya berat badan dapat dilihat dari indeks massa tubuh (IMT). Berat badan yang terjaga ideal dapat mencegah risiko terjadinya penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.

Prinsip yang terakhir yaitu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga menghindarkan diri dari penyakit infeksi. PHBS merupakan semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi yang mencakup upaya untuk merawat tubuh, menjaga kebersihan lingkungan, kebiasaan mencuci tangan, dan menjaga kesehatan. Penerapan prinsip ini selaras dengan upaya untuk memperketat protokol kesehatan. Oleh karena itu, dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

 

 

 

Referensi:

1.Kementrian Kesehatan RI. 2022. Pasien Positif COVID-19. Tersedia pada: https://kemkes.go.id/. Diakses pada: 14 Februari 2022
2.Kementrian Kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kemenkes RI.
3.Simpson RJ, Campbell JP, Gleeson M, Krüger K, Nieman DC, Pyne DB, Turner JE, Walsh NP. Can exercise affect immune function to increase susceptibility to infection? Exerc Immunol Rev. 2020;26:8-22. PMID: 32139352.
4.World Health Organization. Jan 2022. Update on COVID-19: Omicron wave threatening to overcome health workforce. Available at: https://www.euro.who.int/en/media-centre/sections/statements/2022/statement-update-on-covid-19-omicron-wave-threatening-to-overcome-health-workforce. Diakses pada: 14 Februari 2022.

LOMBA PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL 2022

Berita Jumat, 4 Februari 2022

[sangar-slider id=”1086″]

Halo semuanya! 👋

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2022 dengan tema “Kreativitas Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”, HPU FK-KMK UGM dan PKGM FK-KMK UGM akan mengadakan kegiatan Lomba Hari Gizi Nasional yang terdiri atas:

1. Menghias Isi Piringku
2. Reels Workout Challenge
🏆Hadiah
Juara 1 : 750.000
Juara 2 : 500.000
Juara 3 : 250.000

Tunggu apalagi? Yuk berikan kontribusimu dalam memajukan Gizi di Indonesia ✨🥳

Segera daftarkan dirimu melalui link:
ugm.id/HPUandPKGMChallenge

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
CP lomba: Nada (WA 085156732969)

ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Instagram :
@pkgm.ugm
@hpu_fkkmkugm

#HGN2022
#workoutchallenge
#HPUandPKGMChallenge

Berita Terkini

  • PKGM Cegah Anemia Remaja Putri melalui Tes Skrining Hb di SMP LHI Banguntapan
    15/12/2025
  • Kolaborasi PKGM dan ISNA Bekali Ketrampilan Ahli Gizi dan Pelatih untuk Performa Atlet Optimal Melalui Sportifitness 10
    26/11/2025
  • Webinar Sportifitness 10 Hadirkan Pakar Olahraga, Gizi, dan Kesehatan untuk Cetak Atlet Indonesia Berprestasi
    25/11/2025
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY