• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • 2024
  • Juni
Arsip 2024:

Juni

Pertemuan Perdana Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN di Kalurahan Condongcatur

Berita Selasa, 25 Juni 2024

Sleman, PKGM – Kegiatan implementasi model best practice BKKBN DIY perdana dilaksanakan pada Rabu, 19 Juni 2024 di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Pertemuan ini mengawali rangkaian kegiatan yang akan berjalan selama 12 minggu kedepan. 

Pertemuan implementasi model best practice kampung KB menggabungkan kegiatan yang ada di Posyandu balita dan Bina Keluarga Balita (BKB). Kegiatan ini terdiri atas serangkaian aktivitas mulai dari pengukuran balita dan ibu hamil, pemberian materi edukasi, kegiatan menyuapi aktif anak, dan pemberian bekal gizi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 50 balita dengan orang tua dan 3 ibu hamil. 

Pada pertemuan pertama peserta mendapatkan edukasi dari ahli gizi dan penyuluh kesehatan Puskesmas Depok 2 tentang 1000 HPK dan pentingnya aktivitas fisik. Selain itu penyuluh KB juga memberikan edukasi tentang 8 fungsi keluarga. Selama kegiatan ini balita dan ibu hamil mendapat makanan tambahan berupa satu menu makan utama. Selain itu, setelah kegiatan selesai peserta sasaran juga mendapatkan bekal gizi berupa bahan makanan mentah untuk diolah dan dikonsumsi di rumah. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada 12.00 WIB.

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan. Tim PKGM juga mengumpulkan data terkait persepsi dan pola asuh orang tua menggunakan instrumen yang telah disediakan oleh BKKBN. Nantinya data tersebut akan digunakan sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan yang menjadi output kegiatan ini. Kegiatan pendampingan yang dilakukan PKGM menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

Waspadai Foodborne Illness, Perhatikan Makananmu Sekarang!

Konten Edukasi Jumat, 14 Juni 2024

Belum lama ini media sosial digemparkan dengan berita keracunan massal yang dialami oleh sekelompok warga di sebuah desa di Jawa Barat. Penyebab keracunan diduga berasal dari makanan yang diperoleh warga dari acara tahlilan. Korban keracunan mengalami gejala perut sakit dan buang air besar berkali-kali setelah mengonsumsi makanan tersebut. Alhasil banyak korban mengalami kekurangan cairan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. 

Fenomena keracunan massal karena makanan seperti di atas sudah sering kita temui. Keracunan umumnya disebabkan karena kontaminasi bakteri patogen pada makanan yang dikonsumsi. Kondisi ini disebut juga dengan foodborne illness atau penyakit bawaan makanan. Foodborne illness menimbulkan gejala yang dapat dirasakan dalam hitungan menit hingga beberapa minggu setelah seseorang mengonsumsi makanan/minuman terkontaminasi. Umumnya gejala tersebut seperti mual, muntah, diare, atau demam. Jika tidak segera teratasi penyakit ini akan berdampak serius hingga menyebabkan kematian pada beberapa orang dengan risiko tinggi seperti bayi, anak kecil, wanita hamil, lansia, dan orang-orang dengan imunitas lemah (seperti penyintas HIV/AIDS, kanker, diabetes). 

Kamu tidak perlu khawatir, sebagian besar kasus foodborne illness dapat dicegah dengan memasak atau memproses makanan dengan benar untuk membasmi patogen. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegah foodborne illness yaitu

1. Cuci tangan menggunakan sabun.

Tangan menjadi perantara untuk memasukan makanan ke dalam mulut. Sehingga menjaga kebersihan tangan menjadi hal yang mendasar. Upayakan mencuci tangan menggunakan sabut selama 20 detik. Biasakan mencuci tangan pada tiga waktu penting yaitu setelah menggunakan kamar mandi, sebelum memasak, dan sebelum makan.

2. Pisahkan makanan mentah dan makanan matang.

Jangan gunakan piring yang terkontaminasi daging mentah, unggas, atau makanan laut untuk hal lain kecuali mencuci piring terlebih dahulu dengan air sabun panas. Disarankan untuk mencuci peralatan yang telah menyentuh daging mentah jika peralatan tersebut juga digunakan untuk menangani daging matang. 

3. Marinasi makanan di dalam kulkas, bukan di atas meja (suhu ruang).

Perlu diingat bahwa bakteri berkembang cepat pada suhu 5°C hingga 60°C. Jika ingin menggunakan sebagian bumbu marinasi sebagai saus pada makanan setelah dimasak, gunakan bumbu yang belum terkontaminasi daging atau bahan mentah. 

4. Masak makanan hingga matang.

Masak semua daging-dagingan hingga suhu internal minimum 145 °F atau 63 °C yang diukur dengan termometer makanan sebelum mengeluarkan daging dari sumber panas. Masak semua daging giling mentah hingga mencapai suhu internal minimum 160 °F atau 71 °C dan unggas hingga suhu internal minimum 165 °F atau 74 °C, yang diukur dengan termometer makanan. Jika tidak memiliki termometer makanan pastikan memasak daging hingga berwarna kecoklatan (tidak menyisakan warna merah muda di dalam daging).

5. Dinginkan dan bekukan makanan dengan segera.

Jangan membiarkan makanan berada di luar lemari pendingin atau di atas panggangan selama lebih dari 2 jam. Pada suhu ruang 30 °C, makanan tidak boleh dibiarkan di ruangan selama lebih dari 1 jam.

6. Menjaga suhu makanan panas tetap panas, dan makanan dingin tetap dingin.

Bungkus dengan baik makanan dan letakkan di dalam wadah kedap udara. Jika membungkus makanan, pastikan untuk memakannya dalam waktu dua jam setelah membelinya. Saat memanaskan kembali makanan ini, pastikan suhu makanan mencapai 165 °F atau 74 °C. Makanan dingin seperti salad atau dessert disimpan pada suhu kurang dari 40 °F atau 4 °C. Gunakan batu es untuk menjaga suhunya tetap dingin saat dihidangkan dalam pesta.  

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

 

Referensi: 

  1. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/barbecue-basics-tips-prevent-foodborne-illness
  2. https://www.fsis.usda.gov/food-safety/foodborne-illness-and-disease

Persiapan Pendampingan Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN di Kalurahan Condongcatur

Berita Senin, 10 Juni 2024

Sleman, PKGM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan rapat persiapan program implementasi model best practice kampung Keluarga Berkualitas (KB) pada Kamis, 6 Juni 2024 di kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, pemerintah Kalurahan Condongcatur, kader Bina Keluarga Balita (BKB), perwakilan Puskesmas Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan PKGM FK-KMK UGM selaku tim pendamping program. Kegiatan dibuka oleh Bapak Kamituwo Kalurahan Condongcatur dan dilanjutkan dengan pemaparan program oleh Ibu Niken dari BKKBN DIY. 

Program implementasi model best practice kampung KB merupakan inovasi dalam penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Model best practice kampung KB adalah intervensi kegiatan yang mengkolaborasikan beberapa kegiatan dalam satu kali penyelenggaraan, meliputi kegiatan DASHAT, Posyandu, Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), PAUD, GERMAS, dan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Program ini merupakan program nasional BKKBN yang diturunkan di setiap provinsi sebagai bagian dari studi kasus praktik baik percepatan penurunan stunting di kampung KB. Kegiatan ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi kebijakan dalam bidang kesehatan. Untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan ini BKKBN DIY menggandeng tim penulis dari Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM. 

PKGM akan berperan sebagai pendamping yang memantau dan mengevaluasi pelaksanaan implementasi model best practice kampung KB di Kalurahan Condongcatur. Turut hadir dalam pertemuan Ibu Dr. Lily Arsanti, STP., MP. dari PKGM sebagai ketua tim penulis. Nantinya selama pelaksanaan kegiatan, Ibu Lily bersama tim penulis PKGM akan melakukan observasi, pengambilan data wawancara, dan dokumentasi sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan untuk percepatan penurunan stunting. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKGM untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

Berita Terkini

  • Mengendalikan Konsumsi Ultra-Processed Foods (UPF) sebagai Bagian dari Sustainable Healthy Diets Menuju Generasi Emas 2045
    27/01/2026
  • HACCP dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi: Pilar Keamanan Pangan di Indonesia
    26/01/2026
  • Mengenal Lebih Dekat School Meal Program di Berbagai Negara
    21/01/2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY