Sumenep, PKGM — Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 16 Oktober 2025 di Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut adalah skrining anemia pada ibu hamil, yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyuluhan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh total 40 peserta, yang terdiri atas ibu hamil dan ibu balita.
Pada akhir sesi penyuluhan, tim pengabmas PKGM melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) kepada seluruh peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, khususnya pada kelompok ibu hamil. Dari 24 ibu hamil yang diperiksa, sebanyak 13 orang, atau lebih dari 50 persen, memiliki kadar Hb di bawah 11 g/dL. Rata-rata kadar Hb ibu hamil tercatat 9,8 g/dL, menandakan anemia tingkat ringan hingga sedang.
Puskesmas pembantu setempat telah memiliki program pencegahan anemia melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada ibu hamil yang didistribusikan melalui bidan desa. Namun, berdasarkan keterangan ibu hamil, sebagian mengaku tidak mengonsumsi TTD, sebagian lainnya menyatakan berhenti mengonsumsi karena stok habis, sementara beberapa ibu hamil bahkan belum pernah menerima TTD sama sekali.
Menurut keterangan bidan setempat, di beberapa desa di Pulau Gili Raja saat ini memang terjadi kekosongan stok TTD, sehingga distribusi kepada ibu hamil menjadi terhambat. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan tenaga kesehatan, sarana, dan prasarana, mengingat wilayah Pulau Gili Raja termasuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain faktor layanan kesehatan, tantangan lain yang dihadapi adalah masih adanya mitos-mitos yang tidak tepat terkait kehamilan dan makanan, yang dipercaya oleh sebagian masyarakat. Mitos tersebut berpotensi menghambat pemenuhan asupan gizi yang seimbang bagi ibu hamil, sehingga meningkatkan risiko anemia.
Tim pengabmas PKGM menilai bahwa penguatan program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah anemia pada ibu hamil di Pulau Gili Raja. Anemia pada masa kehamilan tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi bayi yang dilahirkan. Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya stunting.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).