Banguntapan, 11 Desember 2025 — Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melaksanakan kegiatan pengecekan kadar hemoglobin (Hb) bagi siswi kelas 7 dan 8 di SMP LHI Banguntapan yang diikuti oleh 65 anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PKGM tahun 2025 yang berjudul “Penguatan Peran Sekolah dalam Membangun Budaya Kesehatan melalui Program Health Promoting School, Implementasi Tahun ke-2.”
Pengecekan Hb bertujuan untuk deteksi dini anemia pada remaja putri di mana kegiatan ini sudah dilaksanakan oleh PKGM dan SMPIT LHI Banguntapan sejak tahun 2024. Pada tahun sebelumnya ditemukan sekitar 19,1% siswa putri memiliki kadar Hb <12g/dL. Temuan tersebut mendorong PKGM untuk melakukan pemantauan kembali pada tahun 2025. Hasil dari pemeriksaan rutin diharapkan dapat menjadi perhatian sekolah khususnya dalam menguatkan program pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk siswi. Selama proses pengecekan Hb petugas juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya konsumsi TTD untuk pencegahan anemia.
Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Hal tersebut disebabkan karena remaja putri mengalami mentruasi yang menyebabkan mereka kehilangan banyak hemoglobin dalam darah. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang berfungsi mengangkut oksiden dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Di masa-masa remaja, kadar hemoglobin yang rendah dapat mengganggu pertumbuhan. Salah satu dampak langsung anemia pada remaja putri adalah penurunan konsentarsi belajar akibat kurangnya suplai oksigen ke otak. Oleh karena itu melalui kegiatan ini, PKGM berharap para siswi dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sehingga mampu mendukung konsentrasi belajar dan prestasi akademik.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender).
