• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • SDG 2
  • SDG 2
Arsip:

SDG 2

Mengendalikan Konsumsi Ultra-Processed Foods (UPF) sebagai Bagian dari Sustainable Healthy Diets Menuju Generasi Emas 2045

Konten Edukasi Selasa, 27 Januari 2026

Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pembangunan gizi masyarakat Indonesia. HGN tahun ini mengusung tema “Gizi Optimal Menuju Indonesia Emas 2045” yang menegaskan pentingnya membangun generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing sejak dini sebagai fondasi utama menuju Indonesia emas. 

Tantangan gizi saat ini tidak lagi sebatas kekurangan gizi, tetapi juga kelebihan gizi dan meningkatnya penyakit tidak menular yang berkaitan erat dengan perubahan pola makan masyarakat. Salah satu isu yang perlu menjadi perhatian adalah tingginya konsumsi Ultra-Processed Foods (UPF). Penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa 45% total asupan kalori masyarakat Indonesia berasal dari konsumsi UPF dengan tren yang lebih tinggi pada kelompok anak-anak dan remaja (Diba, 2025). Tingginya konsumsi UPF tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memperberat beban lingkungan. 

UPF merupakan kelompok makanan yang diproduksi melalui proses industri dengan menggunakan bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, perasa, dan pemanis buatan yang menyebabkan rendahnya kandungan gizi (Fitriani et al., 2025). UPF memiliki karakteristik padat energi, tinggi gula, lemak jenuh dan trans, sodium serta rendah serat dan zat gizi mikro esensial. Contohnya adalah produk siap saji berupa mi instan, sosis, nugget, makanan ringan kemasan, minuman berpemanis, dan lainnya (Hanifa et al., 2024). Kepraktisan dan cita rasa yang menarik menjadikan UPF semakin digemari, namun di sisi lain konsumsi UPF juga menimbulkan dampak lingkungan. Proses produksi UPF umumnya membutuhkan energi yang besar, penggunaan bahan tambahan pangan dan kemasan sekali pakai, serta rantai distribusi yang panjang, sehingga meningkatkan jejak karbon dan volume limbah (Anastasiou et al., 2022).

Penelitian kualitatif oleh Colozza (2024) mencatat peningkatan pesat konsumsi UPF, minuman berpemanis, serta makanan siap saji. Peningkatan ini didorong oleh ketersediaan yang semakin luas, harga yang lebih terjangkau, dan kemudahan akses, serta diidentifikasi sebagai salah satu pendorong utama meningkatnya beban kelebihan berat badan dan obesitas di Indonesia. Konsumsi UPF juga berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan yang kompleks, termasuk gangguan metabolik, kardiovaskular, dan kesehatan mental (Ahmed et al., 2024). 

Selain berdampak pada kesehatan, narrative review dari 52 studi juga menunjukkan bahwa konsumsi UPF berdampak terhadap penggunaan energi dalam sistem pangan, emisi gas rumah kaca, hilangnya keanekaragaman hayati, serta kerusakan lingkungan seperti degradasi lahan dan pencemaran perairan (Anastasiou et al., 2022). Jika tidak dikendalikan, tingginya konsumsi UPF dapat menghambat upaya menciptakan sumber daya manusia sehat, produktif, dan berdaya saing yang menjadi fondasi utama membentuk generasi emas 2045. Diperlukan pendekatan pola makan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi individu, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sistem pangan. Salah satu pendekatan yang dapat menjadi solusi adalah Sustainable Healthy Diets.

Sustainable Healthy Diets merupakan pola makan yang mengintegrasikan kesehatan manusia dengan dampak yang minimal pada lingkungan. Tujuan Sustainable Healthy Diets adalah mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal dengan mendukung fisik, mental, dan sosial bagi generasi sekarang dan mendatang, mencegah segala bentuk malnutrisi (kekurangan gizi, defisiensi mikronutrien, overweight, obesitas), menurunkan risiko penyakit tidak menular terkait pola makan, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan kesehatan planet (FAO dan WHO, 2019). 

Pengendalian konsumsi UPF dalam konsep Sustainable Healthy Diets dilakukan dengan mendorong pergeseran pola makan menuju pangan segar dan minim proses yang beragam, seimbang, serta sesuai budaya lokal. Prinsip FAO/WHO menekankan pembatasan asupan gula, garam, dan lemak berlebih, serta penguatan literasi gizi agar masyarakat mampu membuat pilihan pangan yang sehat, aman, dan terjangkau. 

Sustainable Healthy Diets juga menganjurkan pengurangan konsumsi pangan dengan proses industri intensif, rantai pasok panjang, serta penggunaan energi dan kemasan yang tinggi. Implementasi pembatasan UPF mendorong peralihan ke pangan segar, lokal, dan musiman, yang tidak hanya menurunkan emisi gas rumah kaca dan limbah, tetapi juga mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta keberlanjutan sumber daya alam. Upaya ini perlu didukung oleh lingkungan pangan yang kondusif, termasuk ketersediaan pilihan pangan sehat, pelabelan pangan yang jelas, dan promosi pola makan berkelanjutan untuk menekan ketergantungan pada UPF sekaligus melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Dalam rangka Hari Gizi Nasional 2026, pengendalian konsumsi UPF perlu menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari penerapan Sustainable Healthy Diets. Dengan mendorong pola makan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berbasis pangan lokal, Indonesia dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dan sistem pangan demi terwujudnya generasi emas 2045.

Artikel ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 (Zero Hunger) yang menekankan pemenuhan gizi seimbang dan berkelanjutan, poin ke-3 (Good Health and Well-being) dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, poin ke-12 (Responsible Consumption and Production) yang mendorong pola konsumsi pangan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Referensi

Ahmed, A., Imran, A., R. Wei, C., Nadeem, R., Shankar, A., Balaji, J., Islam, F., & Befa Kinki, A. (2024). Contribution of ultra-processed foods to increased obesity and non-communicable diseases. Cogent Food and Agriculture, 10(1), 1–13. https://doi.org/10.1080/23311932.2024.2438405

Anastasiou, K., Baker, P., Hadjikakou, M., Hendrie, G. A., & Lawrence, M. (2022). A conceptual framework for understanding the environmental impacts of ultra-processed foods and implications for sustainable food systems. Journal of Cleaner Production, 368(December 2021), 133155. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2022.133155

Colozza, D. (2024). A qualitative exploration of ultra-processed foods consumption and eating out behaviours in an Indonesian urban food environment. Nutrition and Health, 30(3), 613–623. https://doi.org/10.1177/02601060221133897

Diba, F. (2025). Ultra-Processed Foods, Innovation in the Modern Food Industry. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 24(1), 191–201.

FAO dan WHO. (2019). Sustainable Healthy Diets – Guiding Principle.

Fitriani, Y., Yulda, A., Ayona, N., & Firmansyah, A. F. (2025). Hubungan Pola Konsumsi Ultra Proses Dengan Status Gizi Di Kalangan Remaja: Systematic Review The Relationship Between Ultra-Processed Food Consumption Patterns and Nutritional Status Among Indonesian Adolescents : A Systematic Review. Jurnal Kesmas Dan Gizi (JKG), 8(1), 173–182.

Hanifa, R. A., Arini, F. A., & Wahyuningsih, U. (2024). Night Eating Syndrome, Ultra-processed Foods Consumption, and Physical Activity as Risk Factors for Overnutrition in Students of Faculty of Health Science UPN “Veteran” Jakarta. Amerta Nutrition, 8(3SP), 43–50. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i3SP.2024.43-50

 

Kontributor Artikel: Fidella

Tim Pengabmas PKGM Temukan Banyak Ibu Hamil Anemia di Pulau Gili Raja, Sumenep

Berita Sabtu, 1 November 2025

Sumenep, PKGM — Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 16 Oktober 2025 di Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut adalah skrining anemia pada ibu hamil, yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyuluhan gizi. Kegiatan ini diikuti oleh total 40 peserta, yang terdiri atas ibu hamil dan ibu balita.

Pada akhir sesi penyuluhan, tim pengabmas PKGM melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) kepada seluruh peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, khususnya pada kelompok ibu hamil. Dari 24 ibu hamil yang diperiksa, sebanyak 13 orang, atau lebih dari 50 persen, memiliki kadar Hb di bawah 11 g/dL. Rata-rata kadar Hb ibu hamil tercatat 9,8 g/dL, menandakan anemia tingkat ringan hingga sedang.

Puskesmas pembantu setempat telah memiliki program pencegahan anemia melalui pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada ibu hamil yang didistribusikan melalui bidan desa. Namun, berdasarkan keterangan ibu hamil, sebagian mengaku tidak mengonsumsi TTD, sebagian lainnya menyatakan berhenti mengonsumsi karena stok habis, sementara beberapa ibu hamil bahkan belum pernah menerima TTD sama sekali.

Menurut keterangan bidan setempat, di beberapa desa di Pulau Gili Raja saat ini memang terjadi kekosongan stok TTD, sehingga distribusi kepada ibu hamil menjadi terhambat. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan tenaga kesehatan, sarana, dan prasarana, mengingat wilayah Pulau Gili Raja termasuk dalam kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Selain faktor layanan kesehatan, tantangan lain yang dihadapi adalah masih adanya mitos-mitos yang tidak tepat terkait kehamilan dan makanan, yang dipercaya oleh sebagian masyarakat. Mitos tersebut berpotensi menghambat pemenuhan asupan gizi yang seimbang bagi ibu hamil, sehingga meningkatkan risiko anemia.

Tim pengabmas PKGM menilai bahwa penguatan program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah anemia pada ibu hamil di Pulau Gili Raja. Anemia pada masa kehamilan tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi bayi yang dilahirkan. Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya stunting.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Kolaborasi PKGM UGM–HCML Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting di Pulau Gili Raja Kabupaten Sumenep

Berita Kamis, 30 Oktober 2025

Jawa Timur, 16 Oktober 2025 – Telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM di Pulau Gili Raja, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata PKGM FK-KMK UGM dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya dalam isu ketahanan pangan dan pencegahan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Sumenep.

Pada kesempatan ini, PKGM FK-KMK UGM bekerja sama dengan HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Program penyuluhan dilakukan secara berjenjang dan komprehensif, meliputi edukasi gizi kepada anak sekolah sebagai upaya menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini, pendampingan bagi ibu hamil dan ibu balita terkait gizi seimbang dan pencegahan stunting, penguatan kapasitas kader posyandu dalam deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pemberdayaan anggota organisasi Fatayat sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan di tingkat komunitas.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga untuk mendorong perubahan perilaku yang berbasis bukti dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Melalui pendekatan partisipatif, peserta dari berbagai kelompok sasaran terlibat aktif dalam diskusi, praktik langsung, dan simulasi, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan program ini sekaligus berkontribusi pada pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara khusus, kegiatan mendukung SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan pemahaman gizi; SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan status gizi ibu dan anak; serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara institusi akademik, perusahaan, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat. Harapannya, intervensi ini dapat menjadi langkah awal menuju program yang lebih berkelanjutan dan kolaboratif, serta mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Pulau Gili Raja dan Kabupaten Sumenep secara luas.

Peneliti PKGM UGM Angkat Isu Pangan Berkelanjutan di Forum Gizi Dunia

Berita Rabu, 3 September 2025

Dua Peneliti Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM turut berpartisipasi dalam IUNS-ICN 2025 yang diselenggarakan di Palais des Congrès, Paris pada 24–29 Agustus 2025.

Pada kongres yang mengusung tema utama “Sustainable Food for Global Health”, Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. menjadi salah satu presenter dalam Simposium “Understanding Consumer Perceptions of Sustainable Eating Across 5 Countries”. Peneliti yang akrab disapa Ibu Memy ini memaparkan temuan riset mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat Indonesia terhadap konsep sustainable eating atau pola makan ramah lingkungan. Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PKGM dan University of Guelph, Kanada.

Pesatnya urbanisasi mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama pada makanan olahan yang praktis namun rendah gizi. Salah satunya adalah ultra-processed food yang tidak hanya berdampak negatif bagi kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep sustainable eating ditawarkan sebagai solusi yang mengedepankan pola makan sehat sekaligus ramah lingkungan.

Selain Dr. Helmyati, peneliti PKGM lainnya, Prof. Dr. Lily Arsanti, STP., MP., juga turut berkontribusi dalam kegiatan IUNS-ICN 2025 dengan mempresentasikan dua poster penelitian berjudul “Addition of Evosorption on Whey Protein Product Increase the Post-prandial Serum Amino Acid” dan “The Nutrient Content, Antioxidant Activity, and Organoleptic Properties of Gelato with the Addition of Red Cabbage (Brassica oleracea L.) Powder”.

Keterlibatan para peneliti PKGM UGM dalam forum internasional ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2 (Zero Hunger), tujuan ke-3 (Good Health and Well-being), dan tujuan ke-12 (Responsible Consumption and Production). Melalui penelitian dan kolaborasi global, PKGM UGM berkomitmen mendorong terwujudnya sistem pangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi masyarakat luas.

#IUNSICN2025 #UGM #PKGM #GlobalNutrition #SustainableFood 

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

PKGM Dukung Penelitian Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM dalam Kajian Pola Makan Berkelanjutan

Berita Selasa, 29 Juli 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui riset dan aksi nyata di tingkat komunitas. Komitmen PKGM kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap pengembangan kapasitas akademik dan pendampingan riset terhadap salah satu mahasiswa program Magister Kesehatan Masyarakat, Minat Gizi Kesehatan, FK-KMK, UGM. 

Gifani Rosilia, mahasiswa S2 tersebut, baru saja menyelesaikan sidang akhir tesisnya pada Selasa (22/7/2025), sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar Master of Public Health (M.P.H). Sidang tersebut dipimpin oleh Dr. Drs. Abdul Wahab, M.P.H., sebagai Ketua Dewan Penguji, dengan Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, M.A., sebagai penguji. Gifani dibimbing oleh dua dosen pembimbing dari Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, yaitu Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, yang juga menjabat sebagai Ketua PKGM, serta Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, S.T.P., M.P. 

Tesis berjudul “Model Edukasi dengan Participatory Learning and Action terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sustainable Diet pada Wanita”, merupakan bagian dari kajian yang sedang dilaksanakan oleh tim PKGM. Penelitian ini menyoroti pentingnya pola makan sehat berkelanjutan (Sustainable Healthy Diet/SHD) di tengah tantangan perubahan iklim dan krisis pangan, serta melibatkan masyarakat secara aktif melalui pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). 

Studi ini berakar dari penelitian kolaboratif antara PKGM dan University of Guelph, Kanada, yang sebelumnya telah mengkaji persepsi dewasa muda terhadap pola makan berkelanjutan di lima negara, yakni Kanada, Jepang, Italia, Meksiko, dan Indonesia. Tim peneliti dari Indonesia terdiri atas Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes, dan dr. Widjaja Lukito, Sp.GK., Ph.D., sementara tim Kanada dipimpin oleh Jess Haines, Ph.D., MHSc, RD. Hasil dari kolaborasi lintas negara ini menjadi dasar penting dalam merancang model edukasi SHD yang relevan secara budaya dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat lokal. Media edukasi yang digunakan dalam tesis ini juga dikembangkan oleh tim peneliti PKGM.

Penyelesaian tesis ini merupakan bentuk dukungan nyata PKGM terhadap pendidikan yang terwujud dalam bentuk penyusunan tugas akhir (tesis) mahasiswa. PKGM berharap, melalui dukungan terhadap mahasiswa seperti Gifani, akan semakin banyak peneliti-peneliti muda yang berakar pada tantangan lokal namun memiliki kontribusi pada agenda pembangunan global, termasuk pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Kenalkan tentang Pangan Fungsional, Prof Lily Arsanti Singgung Pengembangkan Pangan Olahan Berbasis Lokal untuk Intervensi Gizi dan Kesehatan

Berita Rabu, 28 Mei 2025

Sleman, PKGM – Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang gizi dasar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada pada Selasa (27/5) lalu. Beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Pengambangan Produk Pangan Lokal Berbasis Bahan Baku Lokal untuk Intervensi Gizi dan Kesehatan” di Balai Senat Lantai 2 Gedung Pusat UGM. 

“Salah satu yang menyebabkan rendahnya konsumsi umbi-umbian adalah masyarakat merasa umbi-umbian merupakan makanan inferior sehingga perlu upaya untuk menaikkan “kelas” pangan lokal agar semakin banyak dikonsumsi,” ujar Prof Lily dalam pengantar pidatonya.

Disampaikan dalam pidatonya bahwa penelitian terkait pangan berklaim atau pangan fungsional sangat berkembang di Indonesia. Penggunaan bahan baku lokal dalam produk olahan pangan fungsional telah banyak diteliti mengingat Indonesia memiliki biodiversitas yang tinggi. Berbagai aspek terkait pangan fungsional dipaparkan mulai dari perannya dalam memodifikasi kesehatan saluran cerna, manfaatnya terhadap kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, hingga hilirisasi serta komersialisasi produk.

Komponen pangan dapat memodifikasi kesehatan saluran cerna melalui mekanisme kerja probiotik, prebiotik, sinbiotik, dan serat pangan. Probiotik dapat menghambat perlekatan bakteri patogen pada mukosa usus dan menghasilkan zat anti mikroba untuk menghambat pertumbuhan patogen. Konsumsi prebiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus yang selanjutnya memperbaiki penyakit radang usus, mengurangi sembelit, dan mencegah infeksi serta diare. Di dalam saluran cerna, komponen-komponen makanan mikrobiota dan sistem imun saling berinteraksi menghasilkan pertahanan tubuh.

“Studi pre-klinik pengaruh pemberian synbiotic shake instan yang mengandung probiotik Lactobacillus acidophilus La-5 atau Bifidobacterium lactis BB-12 serta prebiotik FOS atau inulin sebanyak 3,6ml/hari selama 28 hari pada tikus hiperglikemia menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberi Lactobacillus acidophilus La-5 dan inulin terjadi penurunan kadar glukosa darah sebesar 9,58 mg/dL dan peningkatan kadar HDL-C sebesar 13,70 mg/dL,” terang Prof Lily.

Dalam kesempatan yang baik tersebut, Prof Lily juga menyampaikan temuan-temuan risetnya terkait potensi bahan baku lokal sebagai sumber probiotik dan prebiotik. Lebih lanjut, Prof Lily menjelaskan tentang probiotik lokal Lactobacillus plantarum Mut7 yang dapat meningkatkan respon imun sistemik. Selain itu, umbi-umbian lokal seperti ubi jalar bestak, garut, porang, gembili, dan dahlia juga berpotensi menjadi sumber prebiotik. Dari hasil risetnya tersebut dikembangkan berbagai produk pangan olahan seperti yogurt, permen jelly, bubuk susu, fiber drink yang juga telah dianugerahi hak kekayaan intelektual baik paten, hak cipta, maupun merek. Prof Lily juga menyoroti tentang pentingnya hilirisasi dan komersialisasi produk berbasis riset dengan menggandeng mitra industri. 

“Luaran riset tidak hanya berupa publikasi karya ilmiah, namun juga dapat berupa prototipe yang didaftarkan kekayaan intelektualnya dan selanjutnya dilakukan hilirisasi dan komersialisasi atas luaran tersebut,” pungkas Prof Lily.

Pencapaian gelar guru besar Prof Lily Arsanti menjadi inspirasi bagi para peneliti dan staff di Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) untuk terus berkarya dan berinovasi. Pengukuhan Prof Lily ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) SDG2: mengakhiri kelaparan, SDG3: kesehatan yang baik dan kesejahteraan, SDG4: pendidikan yang berkualitas, serta SDG9: Infrastruktur, industri, dan inovasi.

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

 

Berita Terkini

  • PKGM Selenggarakan Workshop Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA) untuk Dukung Sistem Pangan Berkelanjutan
    12/03/2026
  • Limited Seat! Workshop nLCA Daring 24–25 Februari 2026
    09/02/2026
  • Mengendalikan Konsumsi Ultra-Processed Foods (UPF) sebagai Bagian dari Sustainable Healthy Diets Menuju Generasi Emas 2045
    27/01/2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY