• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • SDGs 4
  • SDGs 4
Arsip:

SDGs 4

Siswa SMPIT LHI Banguntapan Dilatih Jadi Content Creator Muda

Berita Selasa, 26 Agustus 2025

Banguntapan, 22 Agustus 2025 – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Workshop Health Promoting School Ambassador: From Ideas to Healthy Impact di SMPIT LHI Banguntapan. Kegiatan diikuti oleh 16 siswa perwakilan dari kelas 7 dan 8.

Berbeda dari pekan sebelumnya yang berfokus pada penguatan literasi kesehatan dan gizi remaja, sesi kali ini menitikberatkan pada pengembangan konten edukasi di media sosial. Sesi dipandu oleh Tira Aristasari, S.Gz., seorang content creator gizi, yang membagikan tips membuat konten edukasi yang menarik audiens. Tira menyampaikan bahwa membuat konten harus memiliki sasaran spesifik, konsisten, dan menggunakan informasi yang berbasis bukti. Sebuah konten juga perlu berisi ajakan untuk melakukan sesuatu atau yang disebut Call to Action.

Melalui praktik ini, para siswa dilatih untuk menyampaikan pesan kesehatan secara menarik, singkat, dan tepat sasaran agar dapat dipublikasikan di media sosial. Siswa berlatih membuat rencana konten dari mulai judul, jenis konten, dan CTA. Selesai acara siswa diberi tantangan untuk membuat konten edukasi yang diunggah di media sosial.

Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan mendorong literasi kesehatan melalui konten digital, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan keterampilan komunikasi, literasi digital, dan kreativitas pada siswa, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas dalam upaya promosi kesehatan.

Dengan lahirnya content creator muda, diharapkan pesan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak audiens melalui platform digital, sehingga tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi remaja dan masyarakat luas.

Kenalkan tentang Pangan Fungsional, Prof Lily Arsanti Singgung Pengembangkan Pangan Olahan Berbasis Lokal untuk Intervensi Gizi dan Kesehatan

Berita Rabu, 28 Mei 2025

Sleman, PKGM – Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang gizi dasar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada pada Selasa (27/5) lalu. Beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Pengambangan Produk Pangan Lokal Berbasis Bahan Baku Lokal untuk Intervensi Gizi dan Kesehatan” di Balai Senat Lantai 2 Gedung Pusat UGM. 

“Salah satu yang menyebabkan rendahnya konsumsi umbi-umbian adalah masyarakat merasa umbi-umbian merupakan makanan inferior sehingga perlu upaya untuk menaikkan “kelas” pangan lokal agar semakin banyak dikonsumsi,” ujar Prof Lily dalam pengantar pidatonya.

Disampaikan dalam pidatonya bahwa penelitian terkait pangan berklaim atau pangan fungsional sangat berkembang di Indonesia. Penggunaan bahan baku lokal dalam produk olahan pangan fungsional telah banyak diteliti mengingat Indonesia memiliki biodiversitas yang tinggi. Berbagai aspek terkait pangan fungsional dipaparkan mulai dari perannya dalam memodifikasi kesehatan saluran cerna, manfaatnya terhadap kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, hingga hilirisasi serta komersialisasi produk.

Komponen pangan dapat memodifikasi kesehatan saluran cerna melalui mekanisme kerja probiotik, prebiotik, sinbiotik, dan serat pangan. Probiotik dapat menghambat perlekatan bakteri patogen pada mukosa usus dan menghasilkan zat anti mikroba untuk menghambat pertumbuhan patogen. Konsumsi prebiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus yang selanjutnya memperbaiki penyakit radang usus, mengurangi sembelit, dan mencegah infeksi serta diare. Di dalam saluran cerna, komponen-komponen makanan mikrobiota dan sistem imun saling berinteraksi menghasilkan pertahanan tubuh.

“Studi pre-klinik pengaruh pemberian synbiotic shake instan yang mengandung probiotik Lactobacillus acidophilus La-5 atau Bifidobacterium lactis BB-12 serta prebiotik FOS atau inulin sebanyak 3,6ml/hari selama 28 hari pada tikus hiperglikemia menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberi Lactobacillus acidophilus La-5 dan inulin terjadi penurunan kadar glukosa darah sebesar 9,58 mg/dL dan peningkatan kadar HDL-C sebesar 13,70 mg/dL,” terang Prof Lily.

Dalam kesempatan yang baik tersebut, Prof Lily juga menyampaikan temuan-temuan risetnya terkait potensi bahan baku lokal sebagai sumber probiotik dan prebiotik. Lebih lanjut, Prof Lily menjelaskan tentang probiotik lokal Lactobacillus plantarum Mut7 yang dapat meningkatkan respon imun sistemik. Selain itu, umbi-umbian lokal seperti ubi jalar bestak, garut, porang, gembili, dan dahlia juga berpotensi menjadi sumber prebiotik. Dari hasil risetnya tersebut dikembangkan berbagai produk pangan olahan seperti yogurt, permen jelly, bubuk susu, fiber drink yang juga telah dianugerahi hak kekayaan intelektual baik paten, hak cipta, maupun merek. Prof Lily juga menyoroti tentang pentingnya hilirisasi dan komersialisasi produk berbasis riset dengan menggandeng mitra industri. 

“Luaran riset tidak hanya berupa publikasi karya ilmiah, namun juga dapat berupa prototipe yang didaftarkan kekayaan intelektualnya dan selanjutnya dilakukan hilirisasi dan komersialisasi atas luaran tersebut,” pungkas Prof Lily.

Pencapaian gelar guru besar Prof Lily Arsanti menjadi inspirasi bagi para peneliti dan staff di Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) untuk terus berkarya dan berinovasi. Pengukuhan Prof Lily ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) SDG2: mengakhiri kelaparan, SDG3: kesehatan yang baik dan kesejahteraan, SDG4: pendidikan yang berkualitas, serta SDG9: Infrastruktur, industri, dan inovasi.

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

 

Kenalkan Tuberkulosis Sejak Dini, PKGM Ajak Pelajar SMP untuk Akhiri Stigma TB di Masyarakat.

Berita Senin, 19 Mei 2025

Bantul, PKGM- Jumat, 16 Mei 2025 Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama para pelajar di SMPIT LHI Banguntapan. Dengan mengusung tema “Aksi Remaja Bergizi! Akhiri Stigma TBC Melalui Program Health Promoting School”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian remaja, khususnya pelajar, terhadap masalah tuberkulosis (TB) di lingkungan sekitar. 

Acara diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP. “Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa di sini bisa lebih bijak dalam menghadapi stigma di masyarakat dan berperan aktif dalam upaya pencegahan penularan TB”, ujar Prof. Lily dalam kesempatannya membuka acara. Prof Lily juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada SMPIT LHI Banguntapan dan juga kepada Keluarga Alumni Gadjah Mada Kedokteran (KAGAMADOK) yang telah mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan pengabmas mengusung konsep mini talk show yang menghadirkan dua narasumber dengan background praktisi dan akademisi. Kak Mufiroh dari Yayasan Penyintas Tuberkulosis Yogyakarta (TERBESAR) hadir sebagai narasumber pertama yang menyampaikan tentang apa itu penyakit TB, bagaimana penularannya, gejala dan dampak, serta beragam stigma negatif TB yang beredar di masyarakat. Narasumber kedua adalah Ibu Aviria Ermamilia dari Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, UGM. Dosen gizi yang akrab dipanggil Ibu Avi ini menyampaikan pentingnya gizi seimbang dan gaya hidup sehat untuk mencegah penularan TB melalui peningkatan imun tubuh.

Acara diikuti oleh 147 siswa dari kelas 7 dan 8, serta beberapa guru. Selama penyampaian materi seluruh siswa tampak menyimak dengan sungguh-sungguh dan mencatat. “Cemas”, jawab salah seorang siswa putra ketika ditanya oleh narasumber tentang bagaimana respon setelah mengetahui tentang penyakit tuberkulosis. Para peserta juga tidak ragu untuk bertanya kepada para narasumber. Beberapa pertanyaan diajukan seperti: apakah tuberkulosis bisa menyebabkan kematian?; apakah tuberkulosis bisa menyebabkan munculnya penyakit lain di dalam tubuh?; berapa lama idealnya olahraga dilakukan setiap hari?; dan kapan waktu terbaik untuk berjemur agar mendapatkan vit D?.

Di penghujung acara, baik siswa maupun guru membubuhkan tanda tangan dukungan eliminasi tuberkulosis di lingkungan sekolah pada tempat yang disediakan oleh panitia. Beberapa siswa juga menuliskan pesan-pesan singkat ajakan untuk pengakhiran TB, bergaya hidup sehat, dan makan bergizi.

Kegiatan ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan poin ke-3:kesehatan yang baik dan kesejahteraan, poin ke-4: pendidikan bermutu, poin ke-5: kesetaraan gender, dan poin ke-17: kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ajak Kader Posyandu Bahas Pola Makan Sehat Berkelanjutan Lewat Riset dengan Pendekatan Participatory Learning and Action

Berita Kamis, 8 Mei 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM tengah melakukan kajian terkait sustainable healthy diet (SHD) atau pola makan sehat berkelanjutan di wilayah Kalurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Dalam merancang kajian ini peneliti menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang melibatkan kader posyandu sebagai bagian dari upaya edukasi dan perencanaan aksi terkait pola makan sehat berkelanjutan atau SHD.

PLA merupakan metode partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek penelitian. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menganalisis situasi, mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan menyusun rencana aksi secara kolaboratif. PLA pertama kali dikenalkan pada tahun 1970-an di Afrika sebagai strategi untuk memberdayakan komunitas pedesaan, dan kini digunakan secara luas untuk menangani berbagai isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

Dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada Kamis (8/5/25) di ruang pertemuan Kalurahan Condongcatur, para kader posyandu dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi oleh fasilitator. Mereka diminta untuk mendiskusikan kebiasaan makan selama ini yang belum sesuai dengan prinsip keberlanjutan, menganalisis dampaknya, serta menentukan solusi yang realistis dan aplikatif. Proses diskusi dilakukan secara interaktif dengan media sederhana seperti kertas stiker, spidol, dan lembar kerja ukuran A3.

“Yang sudah saya lakukan itu kalau makan selalu habis jadi tidak ada sampah makanan yang dihasilkan, tapi saya masih sering pakai kemasan makanan plastik. Itu yang menurut saya berat untuk diubah”, ujar salah satu peserta diskusi.

Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, memastikan inklusivitas dan keterlibatan aktif seluruh peserta, sesuai dengan prinsip dalam PLA. Pada akhir sesi, para kader menyusun rencana perubahan perilaku yang memungkinkan untuk diterapkan selama satu bulan ke depan. 

Pendekatan PLA dinilai efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat secara menyeluruh, menjangkau berbagai latar belakang peserta, dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif. Keberhasilan pendekatan ini tercermin dari adanya kesepakatan aksi yang disusun oleh masyarakat sendiri dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk merealisasikannya.

Melalui metode PLA ini, PKGM berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks kesehatan dan gizi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-3: kesehatan yang baik dan kesejahteraan, poin ke-4: pendidikan yang bermutu, poin ke-11: komunitas yang berkelanjutan; dan poin ke-13: penanganan perubahan iklim.

Menuju Lustrum ke-5 PKGM Gelar Lomba untuk Pelajar dan Mahasiswa seluruh Indonesia

Berita Jumat, 7 Maret 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM sukses menutup rangkaian lomba dalam rangka menyambut Lustrum ke-5 pada Kamis, 27 Februari 2025 secara daring. Kompetisi ini terbuka bagi pelajar SMP, SMA, serta mahasiswa dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia, dengan total ribuan peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi.

Lomba Pelajar SMP/SMA Sederajat

Lomba untuk pelajar SMP/SMA sederajat mengangkat tema “Kesehatan Remaja, Investasi Masa Depan Bangsa” dan terdiri dari dua kategori: poster dan esai. Dari 1.030 peserta yang mendaftar, 398 berkompetisi di kategori poster dan 632 di kategori esai. 

Babak final diadakan pada 7 Februari 2025 secara daring, di mana 10 karya terbaik dari masing-masing kategori dipresentasikan. Dewan juri lomba esai terdiri dari Ibu Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D., Ibu Riani Witaningrum, S.Gz., M.Sc., Dietisien, dan Sdr. Nabila Ersya Audina, S.Gz., Dietisien, sedangkan lomba poster dinilai oleh Bapak Daniel, Ph.D., Ibu Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD dan Sdr. Cut Alima Syarifa, S.Gz., Dietisien.

Berikut daftar pemenang:

  • Lomba Poster:
    • Juara 1: Jovita Shafirah Khumaira (SMA N 1 Semarang)
    • Juara 2: Casey Amelie Wibowo Bok (SMA N 1 Balikpapan)
    • Juara 3: Zakiya Mirra Hamida (MAN 2 Ponorogo)
    • Juara Favorit: Fajrina Safarina Sholihah (SMA Muhammadiyah 10 Gresik)
  • Lomba Esai:
    • Juara 1: Fajar Maulana Raharja (SMA N 4 Surabaya)
    • Juara 2: Arya Sanova Shariel (SMA N 1 Sukaraja)
    • Juara 3: Nashwa Ibtisam (SMA N 1 Kota Probolinggo)

Juri menilai peserta mampu menyajikan ide kreatif dan relevan terkait peran remaja dalam kesehatan masyarakat, gaya hidup sehat, hingga pencegahan stunting. “Lomba ini menunjukkan harapan besar bagi generasi muda dalam mengatasi masalah gizi dan kesehatan,” ujar Nabila, salah satu juri lomba esai.

Lomba Mahasiswa

Mengusung tema “Nourishing Yourself, Nurturing the Planet”, lomba mahasiswa mencakup kategori reels competition dan poster infografis. Kategori reels terbuka bagi mahasiswa dari semua jurusan, sedangkan poster infografis dikhususkan bagi mahasiswa gizi, pangan, dan kesehatan. Peserta dalam lomba mahasiswa ini diminta membuat karya yang dikaitkan dengan poin-poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejak dibuka pada 1 Januari 2025, lomba ini menerima lebih dari 40 karya reels dan lebih dari 70 poster infografis. Final presentasi poster infografis diadakan pada 27 Februari 2025 secara daring dengan dewan juri Bapak Ari Prayogo Pribadi, Ph.D. dan Ibu Farah Faza, S.Gz., M.Gizi.

Pemenang lomba mahasiswa adalah sebagai berikut:

  • Lomba Poster Infografis:
    • Juara 1: Amalia Prafarizka (STIK Sambas)
    • Juara 2: Essa Anendya Fatmadani (UGM)
    • Juara 3: Fahmi Istikmal Akbar (UNDIP)
  • Reels Competition (Diumumkan 21 Februari 2025 via Instagram @pkgm.ugm):
    • Juara 1: Sherina Dewi Tjandra (@telmichelle)
    • Juara 2: Sonya Flajsova (@sonya_fljs)
    • Juara 3: Farhana Khumairah (@fhnhanaa)

Karya-karya pemenang dapat dilihat melalui tagar #infografisPKGM dan #ReelsPKGM di Instagram. “Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang berprestasi, tetapi juga peluang kolaborasi dalam mengembangkan ide inovatif di masa depan,” ujar juri poster infografis, Bapak Ari Prayogo.

PKGM berharap karya para peserta dapat terus disebarluaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Kegiatan ini selaras dengan SDGs ke-2 (tanpa kelaparan), ke-3 (kehidupan sehat dan sejahtera), ke-4 (pendidikan berkualitas), ke-12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab), ke-13 (penanganan perubahan iklim), ke-14 (ekosistem lautan), dan ke-15 (ekosistem daratan).

Berita Terkini

  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
    21/03/2026
  • PKGM Selenggarakan Workshop Nutritional Life Cycle Assessment (nLCA) untuk Dukung Sistem Pangan Berkelanjutan
    12/03/2026
  • Limited Seat! Workshop nLCA Daring 24–25 Februari 2026
    09/02/2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY