• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 2
Pos oleh :

helmyati

Ajak Kader Posyandu Bahas Pola Makan Sehat Berkelanjutan Lewat Riset dengan Pendekatan Participatory Learning and Action

Berita Kamis, 8 Mei 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM tengah melakukan kajian terkait sustainable healthy diet (SHD) atau pola makan sehat berkelanjutan di wilayah Kalurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Dalam merancang kajian ini peneliti menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang melibatkan kader posyandu sebagai bagian dari upaya edukasi dan perencanaan aksi terkait pola makan sehat berkelanjutan atau SHD.

PLA merupakan metode partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek penelitian. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menganalisis situasi, mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan menyusun rencana aksi secara kolaboratif. PLA pertama kali dikenalkan pada tahun 1970-an di Afrika sebagai strategi untuk memberdayakan komunitas pedesaan, dan kini digunakan secara luas untuk menangani berbagai isu sosial dan kesehatan di masyarakat.

Dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada Kamis (8/5/25) di ruang pertemuan Kalurahan Condongcatur, para kader posyandu dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi oleh fasilitator. Mereka diminta untuk mendiskusikan kebiasaan makan selama ini yang belum sesuai dengan prinsip keberlanjutan, menganalisis dampaknya, serta menentukan solusi yang realistis dan aplikatif. Proses diskusi dilakukan secara interaktif dengan media sederhana seperti kertas stiker, spidol, dan lembar kerja ukuran A3.

“Yang sudah saya lakukan itu kalau makan selalu habis jadi tidak ada sampah makanan yang dihasilkan, tapi saya masih sering pakai kemasan makanan plastik. Itu yang menurut saya berat untuk diubah”, ujar salah satu peserta diskusi.

Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat, memastikan inklusivitas dan keterlibatan aktif seluruh peserta, sesuai dengan prinsip dalam PLA. Pada akhir sesi, para kader menyusun rencana perubahan perilaku yang memungkinkan untuk diterapkan selama satu bulan ke depan. 

Pendekatan PLA dinilai efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat secara menyeluruh, menjangkau berbagai latar belakang peserta, dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif. Keberhasilan pendekatan ini tercermin dari adanya kesepakatan aksi yang disusun oleh masyarakat sendiri dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk merealisasikannya.

Melalui metode PLA ini, PKGM berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks kesehatan dan gizi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-3: kesehatan yang baik dan kesejahteraan, poin ke-4: pendidikan yang bermutu, poin ke-11: komunitas yang berkelanjutan; dan poin ke-13: penanganan perubahan iklim.

Zat Gizi untuk Kulit Sehat: Tips Mencegah Penuaan Dini Secara Alami

Konten Edukasi Jumat, 25 April 2025

Tahukah kamu bahwa kulit adalah organ terbesar pada tubuh manusia? Selain berfungsi sebagai pelindung dari lingkungan luar, kulit juga menjadi cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kulit yang sehat dan cerah sering kali menandakan bahwa tubuh juga berada dalam kondisi yang baik. Namun, menjaga kesehatan kulit bukanlah tugas yang mudah. Banyak faktor yang memengaruhinya, baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik).

Faktor ekstrinsik meliputi paparan radiasi ultraviolet, inframerah, polusi udara, kebiasaan diet, lama waktu tidur, olahraga, hingga paparan bahan karsinogenik di lingkungan. Sementara itu, faktor intrinsik mencakup genetik, metabolisme sel, dan perubahan hormonal. Dari semua faktor tersebut, pola makan dan asupan gizi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah penuaan dini.

Untuk menjaga kulit tetap sehat dan awet muda, terdapat dua pendekatan utama yang sering digunakan yaitu, asupan zat gizi melalui makanan dan penggunaan zat aktif dalam produk skincare. Kedua metode ini memiliki tujuan serupa, yakni meningkatkan kesehatan kulit, namun cara kerjanya berbeda.

Zat gizi dari makanan diserap terlebih dahulu, kemudian diserap oleh usus, masuk ke dalam aliran darah dan didistribusikan ke seluruh tubuh termasuk ke jaringan kulit. Proses ini memungkinkan zat – zat seperti vitamin, mineral, dan antioksidan bekerja dari dalam untuk mendukung struktur kulit, memperbaiki kerusakan sel dan memperkuat sistem imun. Sebagai contoh, vitamin C yang dikonsumsi melalui makanan dapat memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar UV dan stres oksidatif, sekaligus merangsang produksi kolagen yang penting untuk kekencangan kulit.

Berbeda dengan makanan, zat aktif dalam produk skincare bekerja secara lokal. Zat ini diserap oleh lapisan epidermis kulit, namun tidak masuk ke sirkulasi darah. Skincare difokuskan untuk memperbaiki tampilan kulit secara langsung, misalnya mengurangi hiperpigmentasi dan flek hitam, menyamarkan kerutan dan garis halus serta mengatasi jerawat. Misalnya kandungan vitamin C pada skincare berfungsi untuk melindungi kulit dari efek buruk paparan sinar matahari serta mencerahkan kulit.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa zat gizi tertentu dapat mendukung kesehatan kulit dan memperlambat proses penuaan. Berikut adalah beberapa zat gizi penting yang memiliki manfaat besar bagi kulit:

1.Vitamin

  • Vitamin C

Merupakan salah satu antioksidan kuat yang berperan penting dalam sintesis kolagen. Penelitian oleh Pullar et al (2017) menunjukkan bahwa konsumsi vitamin C yang cukup dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi kerutan. Sumber vitamin C antara lain jeruk, kiwi, paprika merah dan brokoli.

  • Vitamin E

Vitamin E membantu melindungi kulit dari stress oksidatif akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dan polusi. Makanan yang kaya vitamin E meliputi kacang – kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau.

  • Vitamin A

Dalam bentuk retinoid dan beta karoten, vitamin A mendukung regenerasi sel kulit dan mencegah kekeringan. Studi oleh Zasada (2019) menunjukkan bahwa retinoid efektif untuk mengurangi tanda – tanda penuaan pada kulit seperti garis halus dan kerutan. Sumber vitamin A dapat ditemukan dalam wortel, ubi jalar maupun produk susu.

  • Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks berperan dalam mengurangi inflamasi kulit dan pigmentasi. Contoh makanan yang mengandung vitamin B seperti telur, daging, kacang – kacangan serta susu maupun produk olahannya.

2.Mineral

  • Zinc

Zinc memiliki sifat antiinflamasi dan membantu penyembuhan luka serta mengurangi jerawat.  Penelitian oleh Aryal (2021) menunjukkan bahwa zinc dapat mengurangi peradangan pada kulit seperti dermatitis atopok. Beberapa makanan yang mengandung zinc antara lain tiram, kacang – kacangan dan biji labu.

  • Selenium

Selenium melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan stres oksidatif. Penelitian Aryal (2021) juga menyebutkan bahwa selenium dapat memperlambat penuaan kulit dengan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan. Selenium dapat ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, susu, dan telur.

  • Tembaga (Copper)

Merupakan komponen enzim superoxide dismutase (SOD) yang membantu untuk melawan radikal bebas serta mencegah stress oksidatif pada kulit . Tembaga juga mendukung fungsi keratinosit yang merupakan sel utama pada epidermis yang berperan untuk melindungi kulit dari infeksi dan cedera. Sumber tembaga meliputi biji – bijian, kacang – kacangan dan hati.

3.Asam lemak omega 3

Asam lemak omega 3 yang terdapat pada ikan yang berlemak seperti salmon, kembung, tunachiaseed, flaxseed dan lain – lain memiliki sifat antiinflamasi serta menjaga kelembapan kulit. Selain itu, omega 3 juga dapat membuat kulit terasa lebih halus dan kenyal.

4.Protein dan Kolagen

Kolagen merupakan protein utama yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit. Produksi kolagen dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia. Sehingga dapat menyebabkan kulit menjadi kendur dan muncul kerutan. Penelitian Proksch (2014) menunjukkan bahwa suplemen kolagen dapat meningkatkan elastisitas dan hidrasi kulit. Sumber protein yang berkualitas meliputi daging tanpa lemak, tahu, telur, susu dan kacang – kacangan.

5. Antioksidan lainnya

Flavonoid yang terdapat pada teh hijau, cokelat hitam, serta buah ceri dapat membantu untuk melindungi kulit dari radikal bebas. Selain itu, Koenzim Q10 yang ada pada daging, ikan, sayuran maupun biji – bijian, juga memainkan peran penting dalam meningkatkan energi seluler dan mengurangi kerutan pada kulit.

Selain asupan zay gizi yang tepat, gaya hidup yang sehat juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit. Pastika untuk :

  • Minum cukup air putih setiap hari untuk menjaga hidrasi kulit
  • Batasi konsumsi gula dan makanan olahan yang dapat merusak kolagen dan elastin
  • Olahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah
  • Kelola stress dengan baik, karena stress dapat mempercepat penuaan kulit
  • Tidur yang cukup untuk mendukung regerenerasi kulit secara optimal

Menjaga kesehatan kulit tidak hanya persoalan perawatan dari luar, tapi juga adanua dukungan zat gizi yang tepat dari dalam. Kombinasi antara konsumsi zat gizi yang tepat serta gaya hidup yang sehat dapat menjaga kesehatan kulit dengan baik. Ingatlah bahwa kulit yang sehat mencerminkan tubuh yang sehat.

 

Referensi :

  1. Aryal E, Bhattarai E dan Bhattarai S. 2021. Zinc Therapy in Dermatology : A Review and Update. Nepal Journal of Dermatology, Venerology dan Leprology. Vol 19 No. 1
  2. Kripa Ahuja dan Peter Lio. 2023. The Role of Trace Elements in Dermatology : A Systemtic Review. 2023
  3. Paravinta, Mirjana. 2018. The Role of Diet in Maintaning Healthy Skin. Journal of Dermatology and Cosmetology, Volume 2 Issue 6.
  4. Pullar, J. M, et al. 2017. The Roles of Vitamin C in Skin Health. Nutrients, 9(8), 866.
  5. Sawada, Yu, et al. 2021. Omega 3 Fatty Acid and Skin Diseases. Front.Immunol. 11:623052
  6. Zasada, Malwina dan Elzbieta Budzsz. 2019. Retionoids: Active Molecules Influencing Skin Structure Formation in Consmetic and Dermatological Treatments. Advances in Dermatology and Allergology 4, August. 2019
  7. Zhang, S. et al. 2020. Coenzyme Q10 and Skin Aging. Dermatology Research and Practice. 2020, 8903276

 

Kontributor : Ulfi Rahma Yunita, S.Gz, M.Gizi

Pentingnya Sarapan dalam Pengendalian Berat Badan dan Pencegahan Obesitas

Konten Edukasi Jumat, 11 April 2025

Prevalensi obesitas pada anak-anak dan remaja meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) dalam Global Strategy on Diet, jumlah kasus obesitas global pada individu di bawah usia 18 tahun melonjak dari 11 juta menjadi 124 juta dalam tiga dekade terakhir. Survei kesehatan di Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa individu yang tidak sarapan memiliki risiko obesitas lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang rutin sarapan. Penelitian lain menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan berkaitan dengan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan risiko obesitas.

Sarapan didefinisikan sebagai makanan pertama yang dikonsumsi setelah bangun tidur, biasanya sebelum pukul 10 pagi, dan menyumbang sekitar 20–35% dari kebutuhan energi harian. Selain memberikan energi untuk memulai hari, sarapan berperan penting dalam pengendalian berat badan dan pencegahan obesitas. Melewatkan sarapan dapat menyebabkan rasa lapar yang berlebihan, mendorong konsumsi makanan tinggi kalori pada siang dan malam hari, yangf pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan lemak tubuh.

Penelitian oleh Akhulaifi (2022) mengungkapkan bahwa melewatkan sarapan memengaruhi hormon insulin, meningkatkan risiko resistensi insulin, dan memicu kenaikan berat badan. Mekanismenya terjadi melalui konsumsi protein dan energi yang berlebihan pada waktu siang dan malam hari. Konsumsi ini menyebabkan kadar glukosa darah meningkat, yang merangsang produksi insulin untuk memindahkan glukosa ke dalam sel. Ketika kapasitas penyimpanan pada sel penuh, kelebihan glukosa diubah menjadi lemak melalui proses lipogenesis. Insulin juga menghambat enzim lipase yang berfungsi memecah lemak, sehingga lemak semakin banyak tertimbun di dalam tubuh. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, berat badan akan meningkat.

Studi lain juga menunjukkan hubungan antara sarapan dan risiko obesitas. Individu yang rutin sarapan memiliki IMT yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sering melewatkan sarapan. Anak perempuan, khususnya, lebih rentan terhadap obesitas akibat tekanan budaya yang mendorong mereka melewatkan sarapan demi menjaga tubuh tetap ramping, yang sering dianggap sebagai standar kecantikan. Studi oleh Annisa dan Setiarini (2022) menemukan bahwa individu yang sarapan lebih dari empat hari per minggu memiliki risiko obesitas lebih rendah dibandingkan mereka yang sarapan kurang dari empat hari per minggu. Selain itu, sebuah studi meta-analisis oleh Julia (2021) menunjukkan bahwa melewatkan sarapan tiga kali atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko obesitas sebesar 11%.

Keberagaman makanan dalam sarapan juga memainkan peran penting dalam pengendalian berat badan. Sarapan yang kaya serat, protein, dan lemak sehat membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk ngemil. Penelitian oleh Barragan (2023) menunjukkan bahwa sarapan dengan variasi tinggi, seperti sumber protein, karbohidrat kompleks, dan serat, memberikan manfaat lebih besar dalam mengendalikan berat badan dibandingkan dengan sarapan yang kurang beragam.

Selain memiliki peran dalam pengendalian berat badan, sarapan juga mendukung aktivitas fisik dan kemampuan kognitif. Tubuh memerlukan energi untuk memulai aktivitas harian, dan sarapan menyediakan sumber energi tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang aktif secara fisik dan rutin sarapan memiliki risiko obesitas lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif dan sering melewatkan sarapan. Sebaliknya, melewatkan sarapan dapat menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, dan penurunan konsentrasi akibat kadar glukosa darah yang rendah, yang dapat menghambat produktivitas sepanjang hari.

Mengingat pentingnya sarapan, langkah-langkah sederhana dapat dilakukan untuk membiasakan diri dengan kebiasaan ini. Pilihlah makanan sarapan yang kaya serat, tinggi protein, dan rendah lemak, seperti oatmeal, telur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Hindari sarapan tinggi gula dan lemak jenuh yang dapat memicu lonjakan kadar glukosa darah. Selain itu, biasakan untuk sarapan secara teratur minimal empat kali per minggu, dan kombinasikan dengan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dengan memahami pentingnya sarapan dalam pengendalian berat badan dan pencegahan obesitas, kita dapat mengambil langkah nyata untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Sarapan tidak hanya memberikan energi untuk memulai hari tetapi juga berkontribusi pada kesehatan jangka panjang dengan mengurangi risiko obesitas dan penyakit terkait lainnya.

 

 

Referensi :

  1. Ma, X, et al. 2020. Skipping Breakfast is Associated with Overweight and Obesity: A Systematic Review and Meta-analysis. Obesity Research and Clinical Practice. https://doi.org/10.1016/j.orcp.2019.12.002
  2. Arum, Ristanti Sekar dan Sri Sumarmi. 2024. Literatur Review: Hubungan Melewatkan Sarapan dengan Overweight/Obesitas. Media Gizi Kesmas. Vol 13, No 1, Juni 2024: 495-503
  3. Annisa, F dan Setiarini, T. 2022. Dampak Kebiasaan Sarapan terhadap Gizi Lebih. Jurnal Kesehatan Saintikan Meditory, Vol, 7 Nomor 1
  4. Wicherski, Julia, Sabrina Schlesinger, dan Florian Fischer. 2021. Association between Breakfast Skipping and Body Weight- A Systematic Review and Meta-Analysis of Observational Longitudinal Studies. Nutrients, 13, 272.
  5. Halawa, D, Sudargo, T dan Siswati, T. 2022. Makan Pagi, Aktivitas Fisik, dan Makan Malam Berhubungan dengan Status Gizi Remaja di Kota Yogyakarta. Journal of Nutrition College, Volume 11, No 2
  6. Ogata H, Hatamoto Y, Goto Y, Tajiri E, Yoshimura E, Kiyono K, Uehara Y, Kawanaka K, Omi N, Tanaka H. Association between breakfast skipping and postprandial hyperglycaemia after lunch in healthy young individuals. Br J Nutr. 2019;122(4):431-440. https://doi.org/10.1017/S0007114519001235
  7. Alkhulaifi, Fatema, dan Charles Darkoh. 2022. Meal Timing, Meal Frequency and Metabolic Syndrome. Nutrients, 14, 1719.

 

Kontributor : Ulfi Rahma Yunita, S.Gz, M.Gizi

Menuju Lustrum ke-5 PKGM Gelar Lomba untuk Pelajar dan Mahasiswa seluruh Indonesia

Berita Jumat, 7 Maret 2025

Sleman, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM sukses menutup rangkaian lomba dalam rangka menyambut Lustrum ke-5 pada Kamis, 27 Februari 2025 secara daring. Kompetisi ini terbuka bagi pelajar SMP, SMA, serta mahasiswa dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia, dengan total ribuan peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi.

Lomba Pelajar SMP/SMA Sederajat

Lomba untuk pelajar SMP/SMA sederajat mengangkat tema “Kesehatan Remaja, Investasi Masa Depan Bangsa” dan terdiri dari dua kategori: poster dan esai. Dari 1.030 peserta yang mendaftar, 398 berkompetisi di kategori poster dan 632 di kategori esai. 

Babak final diadakan pada 7 Februari 2025 secara daring, di mana 10 karya terbaik dari masing-masing kategori dipresentasikan. Dewan juri lomba esai terdiri dari Ibu Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D., Ibu Riani Witaningrum, S.Gz., M.Sc., Dietisien, dan Sdr. Nabila Ersya Audina, S.Gz., Dietisien, sedangkan lomba poster dinilai oleh Bapak Daniel, Ph.D., Ibu Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD dan Sdr. Cut Alima Syarifa, S.Gz., Dietisien.

Berikut daftar pemenang:

  • Lomba Poster:
    • Juara 1: Jovita Shafirah Khumaira (SMA N 1 Semarang)
    • Juara 2: Casey Amelie Wibowo Bok (SMA N 1 Balikpapan)
    • Juara 3: Zakiya Mirra Hamida (MAN 2 Ponorogo)
    • Juara Favorit: Fajrina Safarina Sholihah (SMA Muhammadiyah 10 Gresik)
  • Lomba Esai:
    • Juara 1: Fajar Maulana Raharja (SMA N 4 Surabaya)
    • Juara 2: Arya Sanova Shariel (SMA N 1 Sukaraja)
    • Juara 3: Nashwa Ibtisam (SMA N 1 Kota Probolinggo)

Juri menilai peserta mampu menyajikan ide kreatif dan relevan terkait peran remaja dalam kesehatan masyarakat, gaya hidup sehat, hingga pencegahan stunting. “Lomba ini menunjukkan harapan besar bagi generasi muda dalam mengatasi masalah gizi dan kesehatan,” ujar Nabila, salah satu juri lomba esai.

Lomba Mahasiswa

Mengusung tema “Nourishing Yourself, Nurturing the Planet”, lomba mahasiswa mencakup kategori reels competition dan poster infografis. Kategori reels terbuka bagi mahasiswa dari semua jurusan, sedangkan poster infografis dikhususkan bagi mahasiswa gizi, pangan, dan kesehatan. Peserta dalam lomba mahasiswa ini diminta membuat karya yang dikaitkan dengan poin-poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Sejak dibuka pada 1 Januari 2025, lomba ini menerima lebih dari 40 karya reels dan lebih dari 70 poster infografis. Final presentasi poster infografis diadakan pada 27 Februari 2025 secara daring dengan dewan juri Bapak Ari Prayogo Pribadi, Ph.D. dan Ibu Farah Faza, S.Gz., M.Gizi.

Pemenang lomba mahasiswa adalah sebagai berikut:

  • Lomba Poster Infografis:
    • Juara 1: Amalia Prafarizka (STIK Sambas)
    • Juara 2: Essa Anendya Fatmadani (UGM)
    • Juara 3: Fahmi Istikmal Akbar (UNDIP)
  • Reels Competition (Diumumkan 21 Februari 2025 via Instagram @pkgm.ugm):
    • Juara 1: Sherina Dewi Tjandra (@telmichelle)
    • Juara 2: Sonya Flajsova (@sonya_fljs)
    • Juara 3: Farhana Khumairah (@fhnhanaa)

Karya-karya pemenang dapat dilihat melalui tagar #infografisPKGM dan #ReelsPKGM di Instagram. “Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang berprestasi, tetapi juga peluang kolaborasi dalam mengembangkan ide inovatif di masa depan,” ujar juri poster infografis, Bapak Ari Prayogo.

PKGM berharap karya para peserta dapat terus disebarluaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Kegiatan ini selaras dengan SDGs ke-2 (tanpa kelaparan), ke-3 (kehidupan sehat dan sejahtera), ke-4 (pendidikan berkualitas), ke-12 (konsumsi dan produksi bertanggung jawab), ke-13 (penanganan perubahan iklim), ke-14 (ekosistem lautan), dan ke-15 (ekosistem daratan).

Mahasiswa Beraksi Wujudkan SDGs Melalui Kompetisi Poster Infografis

Berita Jumat, 28 Februari 2025

Sleman, PKGM — Dalam rangka memperingati Lustrum ke-V, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia menyelenggarakan lomba poster infografis bertema “Nourishing Yourself, Nurturing The Planet”. Melalui kegiatan ini PKGM ingin mengenalkan kepada generasi muda tentang pola makan berkelanjutan atau sustainable eating, yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga ramah lingkungan. 

Perubahan gaya hidup masyarakat ke pola makan yang tidak sehat, minim gizi, serta tingginya konsumsi makanan kemasan dan sampah makanan menjadi latar belakang pemilihan tema lomba. Di saat yang sama, Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan gizi pada anak dan tingginya angka penyakit tidak menular. Krisis kesehatan ini ternyata juga berkaitan erat dengan krisis lingkungan, di mana sampah makanan menjadi penyumbang terbesar limbah nasional, sementara banyak anak masih kekurangan pangan bergizi. Untuk itu, pola makan berkelanjutan diangkat sebagai solusi, karena menekankan pentingnya asupan bergizi, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.

Perlombaan yang digelar mulai Januari hingga Februari ini mengusung enam sub-tema karya yaitu zero hunger, good health and well-being, responsible consumption and production, climate action, life below water, dan life on land. Dalam menciptakan karya poster infografis, peserta dapat mengintegrasikan sub-tema tersebut ke dalam tema utama. Setelah mengalahkan puluhan peserta yang mengirimkan karya, tiga mahasiswa berbakat berhasil menjadi pemenang dalam lomba ini, dan menyampaikan gagasan mereka secara kreatif dan edukatif

Amalia Prafarizka mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sambas berhasil meraih juara pertama dengan poster berjudul “Zero Hunger”, yang menyoroti peran pola makan sehat dalam mengatasi kelaparan dan kekurangan gizi. Juara kedua dimenangkan oleh Essa Anendya Fatmadewi dengan karya berjudul “Peduli Pangan Wujudkan Hidup Berkelanjutan.” Mahasiswi yang berasal dari Universitas Gadjah Mada itu ingin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih dan mengelola pangan yang dapat menimbulkan dampak pada lingkungan. Juara tiga diraih oleh Fahmi Istikmal Akbar dari Universitas Diponegoro dengan poster “NUTRISEA-CARE”, sebuah gagasan inovatif tentang pemanfaatan sumber daya kelautan untuk mengatasi gizi buruk dan kelaparan di Indonesia.

Melalui lomba ini, para mahasiswa tidak hanya menyuarakan ide dan kepedulian mereka terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target SDGs. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi semua.

Rapat Kerja Tahunan Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia 2025

Berita Senin, 24 Februari 2025

PKGM-Kota Yogyakarta. Jumat, 31 Januari 2025 telah dilaksanakan rapat kerja sebagai agenda tahunan Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM di Jeeva Yogyakarta. Dihadiri oleh jajaran pengelola dan staff PKGM, raker dapat terlaksana dengan lancar dalam suasana hangat kekeluargaan.

Rapat kerja dipimpin langsung oleh ketua PKGM, Ibu Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. Dosen sekaligus peneliti yang akrab disapa Ibu Memy ini menyampaikan capaian kinerja pada tahun 2024 dimana PKGM berhasil mencapai seluruh indikator kinerja program, melebihi target yang telah ditetapkan oleh fakultas. Capaian keberhasilan ini turut mendukung program renstra Universitas Gadjah Mada 2022-2027 diantaranya pengembangan riset translasional meliputi flagship riset dan riset unggulan kompetitif, pengembangan sumber daya riset serta penelitian dan pengembangan yang mudah dimanfaatkan oleh masyarakat, peningkatan kebermanfaatan dan perluasan jejaring penelitian internasional, serta peningkatan penelitian yang mengadopsi prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebagai pusat kajian yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian, PKGM turut berkontribusi menghasilkan produk luaran berupa publikasi pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi, rekomendasi kebijakan, modul pembelajaran, video edukasi, hingga pemberitaan kegiatan yang mendukung aspek SDGs.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan PKGM sepanjang tahun 2024. Ibu Memy menyampaikan bahwa PKGM harus bisa lebih banyak berinovasi, meningkatkan kolaborasi dengan peneliti-peneliti muda, serta fokus pada niat untuk berkontribusi kepada masyarakat dan negara. Dalam rapat ini didiskusikan juga strategi perbaikan guna meningkatkan efektivitas dan capaian kinerja di tahun 2025. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pengelola dan staff PKGM dalam menjalankan peran sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Pencapaian yang diraih pada tahun 2024 merupakan hasil kerja keras berbagai pihak.  Segenap pengelola dan staff PKGM mengucapkan terima kasih kepada seluruh peneliti, asisten, dan tim lapangan, serta mitra yang telah berkolaborasi bersama. Semoga di tahun 2025 PKGM memiliki performa yang lebih baik, dapat memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat dan bersama-sama dengan mitra mengentaskan permasalahan gizi yang ada. 

 

Kegiatan ini mendukung SDGs poin 16 yaitu menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Adakan Lomba Reels Instagram, PKGM Ajak Mahasiswa Berkompetisi Sambil Kenalkan Pola Makan Berkelanjutan

Berita Jumat, 21 Februari 2025

Sleman, PKGM – Dalam rangka memperingati Lustrum ke-V, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) UGM menyelenggarakan Reels Competition bertema “Nourishing Yourself, Nurturing The Planet” yang terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia. Pendaftaran kompetisi ini dibuka dari Januari hingga Februari 2025, dan para juara telah diumumkan pada 21 Februari 2025 melalui akun Instagram resmi PKGM (@pkgm.ugm).

Tema tersebut diangkat untuk mengenalkan tentang pola makan berkelanjutan atau sustainable eating, sebagai respons terhadap tantangan gizi, kesehatan, dan lingkungan yang saling berkaitan. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial dinilai sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada generasi muda, termasuk pentingnya pola makan yang sehat, bergizi, dan ramah lingkungan. Hal tersebut yang mendorong terciptanya lomba reels Instagram ini.

Setiap peserta yang mengikuti lomba diminta untuk mengunggah karya video reels melalui akun Instagram pribadi dengan menyertakan tagar #SustainableEating #LustrumVPKGM #ReelsPKGM #SDGs. Penjurian dilakukan oleh profesional yang berpengalaman di bidang media sosial dan videografi. Karya peserta kemudian dinilai berdasarkan dua aspek utama, yakni kreativitas — yang mencakup estetika visual, teknik sinematografi, dan daya tarik, serta orisinalitas, yang menekankan pada ide dan pendekatan yang baru serta tidak menjiplak karya lain.

Juara pertama perlombaan ini dimenangkan oleh Sherina Dewi Tjandra (@telmichelle), juara kedua yaitu Sonya Flajsova (@sonya_fljs) dan juara ketiga adalah Farhana Khumairah (@fhnhanaa). Ketiga pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan sertifikat. 

Melalui kompetisi ini, PKGM UGM berharap dapat mendorong lahirnya konten edukatif dan inspiratif yang dapat memicu perubahan nyata dalam gaya hidup masyarakat menuju pola makan berkelanjutan. Kegiatan ini turut mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin ke-4; pendidikan bermutu, poin ke-5: kesetaraan gender, dan poin ke-13: penanganan perubahan iklim.

Benarkah Memanaskan Santan Berulang Kali Berbahaya? Simak Temuan Penelitiannya Terkini

Konten Edukasi Kamis, 6 Februari 2025

Makanan bersantan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari banyak masakan tradisional, terutama di negara-negara Asia Tenggara. Santan, yang diperoleh dari perasan daging kelapa, memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, sekitar 90–92%. Namun, kandungan asam lemak jenuh pada santan sangat berbeda dengan asam lemak jenuh produk hewani dan susu.

Asam lemak pada produk hewani merupakan asam lemak jenuh rantai panjang (long-chain fatty acid) yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Sebaliknya, asam lemak pada santan terdiri dari asam lemak jenuh rantai sedang (medium-chain fatty acid), yang lebih mudah diserap dan diolah oleh tubuh. Namun, makanan bersantan sering kali dipanaskan berulang kali, baik saat proses memasak maupun saat akan disajikan kembali. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi bahaya atau efek kesehatan yang mungkin timbul, terutama pada kandungan gizi dan pembentukan senyawa berbahaya.

Asam lemak jenuh rantai sedang pada santan diabsorpsi di usus dengan cepat tanpa menggunakan enzim lipase dari pankreas. Salah satu jenis asam lemak jenuh pada santan adalah asam laurat, yang diketahui dapat meningkatkan kadar High-Density Lipoprotein (HDL) sekaligus menurunkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL). Oleh karena itu, santan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kadar HDL dalam tubuh.

Namun, ketika santan dipanaskan berulang kali, terjadi oksidasi lemak, yang mengubah sebagian asam laurat menjadi asam lemak bebas. Proses oksidasi ini menghasilkan radikal bebas dan senyawa berbahaya yang dapat merusak sel-sel tubuh serta meningkatkan risiko penyakit jantung. Senyawa berbahaya seperti aldehida dan keton dapat terbentuk, yang diketahui memiliki efek merugikan pada kesehatan, termasuk risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Penelitian oleh Hartatai (2018) menunjukkan bahwa makanan tradisional khas Palembang yang menggunakan santan, seperti Laksan, mengalami perubahan signifikan pada asam lemak bebas, protein, dan karbohidrat selama proses pemanasan. Semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu pemanasan, kandungan protein dalam santan berkurang, sedangkan kadar asam lemak bebas meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan ulang tidak hanya memengaruhi rasa dan tekstur makanan, tetapi juga kualitas kandungan gizinya.

Studi oleh Kusumawati (2019) menyebutkan bahwa pemanasan dan pendinginan santan menghasilkan pati tahan cerna (resistant starch), yaitu pati yang tidak dapat dicerna tubuh. Pati ini akan difermentasi oleh bakteri di sekum, menghasilkan gas dan asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acid). Salah satu produk fermentasi ini, propionat, diketahui dapat menghambat enzim HMG-CoA reduktase, yang berperan dalam sintesis kolesterol. Meskipun ini bisa menjadi efek positif, pengurangan kualitas protein dan pembentukan senyawa oksidasi tetap menjadi perhatian ketika mengonsumsi santan yang telah dipanaskan secara berulang.

Sampai saat ini, penelitian terkait pengaruh santan terhadap kadar kolesterol tubuh masih terbatas. Studi oleh Shafira (2021) menunjukkan bahwa pemberian santan, baik yang dipanaskan berulang kali maupun tidak, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol darah pada mencit jantan. Namun, penelitian ini juga mencatat adanya peningkatan kadar kolesterol yang mungkin dipengaruhi oleh faktor usia dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian pada manusia diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas untuk melihat efek secara langsung pada kolesterol darah. Beberapa ahli menyarankan bahwa, konsumsi santan yang dipanaskan berulang kali sebaiknya dibatasi, terutama bagi individu yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular.

Walaupun dampak pemanasan ulang santan terhadap kesehatan belum dapat dipastikan sepenuhnya, proses ini diketahui dapat mengurangi kandungan gizi seperti protein dan meningkatkan kadar asam lemak bebas. Proses oksidasi lemak juga menghasilkan senyawa berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk, membatasi pemanasan ulang makanan bersantan, memilih metode memasak yang lebih sehat untuk menjaga kualitas gizi makanan, mengonsumsi santan dalam jumlah moderat sebagai bagian dari pola makan seimbang serta menyimpan makanan bersantan dengan cara yang tepat untuk meminimalkan kebutuhan pemanasan ulang.

Referensi :

  1. Ahotupa, Makku. 2024. Lipid Oxidation Products and The Risk of Cardiovascular Diseases: Role of Lipoprotein Transport. Antioxidants, 13, 512.
  2. Hartati, Yuli, et al. Effect of Temperature and Heating on Chemical and Proximate Characteristics of Laksan Sauce as a Palembang Traditional Food. Pakistan Journal of Nutrition
  3. Shafira, Ghinada Rasfuy. 2021. Pengaruh Pemberian Santan yang Dipanaskan Secara Berulang Terhadap Kadar Kolesterol Darah Mencit Jantan. Skripsi, Universitas Jember. Jawa Timur.
  4. Kusumawati,et al. Protensi Tepung Pisang Uter (Musa Acuminata) Sebagai Pangan Fungsional untuk Menurunkan Kolesterol. Buletin Penelitian Kesehatan. 47(4) : 275 – 282.

 

Kontributor : Ulfi Rahma Yunita, S.Gz, M.Gizi

Waspada Virus hMPV? Optimalkan Imunitas dengan Strategi Gizi ini!

Konten Edukasi Jumat, 10 Januari 2025

Human Metapneumovirus (hMPV) adalah salah satu virus pernapasan utama yang berkontribusi terhadap kematian bayi di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Meskipun tidak berbahaya, virus ini rentan menyerang anak kecil, lansia, dan orang dengan imunitas lemah. Telah ditemukan sejak tahun 2001, hingga saat ini belum ada vaksin atau terapi khusus untuk hMPV. Sehingga strategi alternatif, seperti intervensi gizi, sangat penting untuk mengelola dan mengurangi dampak virus ini.

Berikut ini adalah strategi gizi yang dapat diterapkan untuk menghadapi ancaman hMPV

1.Antioksidan pada Makanan

Quercetin dan Resveratrol adalah antioksidan yang menunjukkan potensi dalam mengurangi kerusakan oksidatif, pelepasan zat pemicu peradangan, dan replikasi virus pada sel epitel saluran napas yang terinfeksi hMPV. Quercetin bisa didapatkan dari bawang bombay, teh hijau, kale, asparagus, paprika hijau, tomat, atau selada merah. Sedangkan resveratrol dapat ditemukan pada kacang tanah, pistachio, anggur berwarna merah, blueberry, kakao, hingga coklat hitam (dark chocolate).

2.Asupan Mikronutrien

a. Seng dan selenium

Seng dan selenium sangat penting dalam menunjang fungsi kekebalan tubuh dan telah menunjukkan efek menguntungkan pada infeksi saluran pernapasan akibat virus. Pada anak-anak dengan hMPV memiliki kadar seng lebih rendah sehingga dukungan suplementasi dapat membantu dalam mengelola infeksi.

Perbanyak konsumsi makanan sumber seng dan selenium dari bahan makanan seperti seafood, daging merah, daging unggas, kacang-kacangan maupun biji-bijian.

b. Vitamin A dan E

Vitamin-vitamin ini sangat penting untuk menjaga homeostasis imunitas tubuh. Anak-anak dengan hMPV menunjukkan profil vitamin A dan E yang berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang mengalami infeksi pernapasan lainnya. 

Makanan tinggi vitamin A dapat diperoleh dari hati sapi, ubi kuning, bayam, labu kuning, dan wortel. Sedangkan makanan sumber vitamin E banyak ditemukan pada biji dan kacang-kacangan seperti biji bunga matahari, almond, hingga kacang tanah. 

3.Pangan Fungsional

Pangan fungsional seperti probiotik dapat meningkatkan kekebalan usus dan paru-paru, yang berpotensi mengurangi keparahan dan durasi infeksi pernapasan. Konsumsi probiotik dalam makanan dapat membantu mengelola hMPV dengan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan. Probiotik dapat didapatkan dari suplemen maupun makanan seperti tempe, yoghurt, hingga kimchi. Makanan yang kaya akan senyawa bioaktif, seperti madu dan buah beri, juga bersifat antivirus dan dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. 

 

 

Referensi:

Al-Sonboli, N., Al-Aghbari, N., Al-Aryani, A., Atef, Z., Brabin, B., Shenkin, A., Roberts, E., Harper, G., Hart, C. A., & Cuevas, L. E. (2009). Micronutrient concentrations in respiratory syncytial virus and human metapneumovirus in yemeni children. Annals of Tropical Paediatrics, 29(1), 35–40. https://doi.org/10.1179/146532809X402015

Antunes, A. E. C., Vinderola, G., Xavier-Santos, D., & Sivieri, K. (2020). Potential contribution of beneficial microbes to face the COVID-19 pandemic. Food Research International, 136. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2020.109577

Jayawardena, R., Sooriyaarachchi, P., Chourdakis, M., Jeewandara, C., & Ranasinghe, P. (2020). Enhancing immunity in viral infections, with special emphasis on COVID-19: A review. Diabetes and Metabolic Syndrome: Clinical Research and Reviews, 14(4), 367–382. https://doi.org/10.1016/j.dsx.2020.04.015

Komaravelli, N., Kelley, J. P., Garofalo, M. P., Wu, H., Casola, A., & Kolli, D. (2015). Role of dietary antioxidants in human metapneumovirus infection. Virus Research, 200(C), 19–23. https://doi.org/10.1016/j.virusres.2015.01.018

Sepúlveda-Alfaro, J., Catalán, E. A., Vallejos, O. P., Ramos-Tapia, I., Madrid-Muñoz, C., Mendoza-León, M. J., Suazo, I. D., Rivera-Asin, E., Silva, P. H., Alvarez-Mardones, O., Kalergis, A. M., & Melo-Gonzalez, F. (2024). Human metapneumovirus respiratory infection affects both innate and adaptive intestinal immunity. Frontiers in Immunology, 15. https://doi.org/10.3389/fimmu.2024.1330209

Singh, S., Kola, P., Kaur, D., Singla, G., Mishra, V., Panesar, P. S., Mallikarjunan, K., & Krishania, M. (2021). Therapeutic Potential of Nutraceuticals and Dietary Supplements in the Prevention of Viral Diseases: A Review. Frontiers in Nutrition, 8. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.679312

Williams, J., & Shafagati, N. (2018). Human metapneumovirus – what we know now. F1000Research, 7. https://doi.org/10.12688/f1000research.12625.1

PKGM Serahkan Kenang-Kenangan kepada MA Miftahunnajah: Penutup Studi Efikasi Beras Fortifikasi untuk Remaja Putri”

Berita Kamis, 9 Januari 2025

Sleman, PKGM – Rabu, 8 Januari 2025 telah dilaksanakan penyerahan kenang-kenangan oleh Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) kepada MA Miftahunnajah. Pertemuan ini menjadi kegiatan penutup dari studi “Uji Efikasi Beras Fortivit pada Balita Stunted dan Remaja Putri: Pendekatan pada Remaja Putri dan Balita untuk Mengatasi Malnutrisi” yang telah dilaksanakan pada tahun 2023 hingga 2024 lalu. Pada pertemuan tersebut Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes selaku ketua peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah MA Miftahunnajah atas kerjasama dan keterlibatan dalam penelitian. 

MA Miftahunnajah menjadi lokasi implementasi intervensi untuk kelompok sasaran remaja putri pada penelitian uji efikasi beras fortifikasi. Intervensi berupa pemberian beras fortifikasi diberikan selama 12 minggu kepada seluruh siswa putri di MA Miftahunnajah. Studi ini mengukur perubahan pada status gizi dan kejadian anemia siswa putri setelah periode intervensi. Meskipun hasil analisis tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, temuan studi ini dapat memberikan gambaran pola makan siswa sebagai salah satu hal yang menarik. Analisis rata-rata pemenuhan asupan zat gizi siswa menunjukkan bahwa konsumsi protein, lemak, serat, zat besi, asam folat, dan kalsium masih kurang dari 80% angka kecukupan gizi. Sedangkan di masa remaja asupan zat-zat gizi tersebut penting untuk menunjang pertumbuhan anak. 

Dosen sekaligus peneliti yang akrab disapa Bu Memy ini turut membagikan temuan-temuan berdasarkan hasil penelitian sehingga menjadi rekomendasi bagi pihak sekolah dan yayasan terkait aspek penyelenggaraan makan. Pihak sekolah yang diwakili oleh Ustadzah Kintan juga mengucapkan terimakasih kepada tim peneliti PKGM dan berharap semoga dapat bekerjasama kembali dalam kegiatan-kegiatan lainnya.

Kegiatan ini mendukung poin Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 pendidikan yang bermutu dan nomor 17 kemitraan untuk mencapai tujuan. 

1234…15

Berita Terkini

  • PKGM Cegah Anemia Remaja Putri melalui Tes Skrining Hb di SMP LHI Banguntapan
    15/12/2025
  • Kolaborasi PKGM dan ISNA Bekali Ketrampilan Ahli Gizi dan Pelatih untuk Performa Atlet Optimal Melalui Sportifitness 10
    26/11/2025
  • Webinar Sportifitness 10 Hadirkan Pakar Olahraga, Gizi, dan Kesehatan untuk Cetak Atlet Indonesia Berprestasi
    25/11/2025
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY