• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 4
Arsip:

Berita

Talk Show Gizi dan Kebugaran oleh Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia Bahas Pentingnya Asupan dan Olahraga untuk Cegah Obesitas.

Berita Selasa, 17 September 2024

Sleman, PKGM – Sabtu, 14 September 2024, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM menyelenggarakan talk show tentang gizi dan kebugaran yang ditujukan bagi masyarakat umum.

Talk show bertema “Berlari atau Berjalan? Memilih Olahraga Efektif untuk Turunkan Berat Badan” ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan disiarkan langsung pada kanal YouTube PKGM.

Dalam pembukaannya, Ibu Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes selaku Ketua PKGM menyampaikan bahwa angka obesitas di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2018 hingga 2023. Ibu Helmyati juga menyebutkan berkembangnya tren “weight loss journey” di media sosial membuat masyarakat lebih aware dengan masalah kelebihan berat badan dan terinspirasi untuk menjalankan pola hidup lebih sehat dengan berolahraga. Melalui talk show ini PKGM membahas fenomena penurunan berat badan pada orang dengan kegemukan atau obesitas melalui pendekatan keilmuan gizi dan olahraga.

Dua narasumber dihadirkan saat talk show. Antara lain Diwyacitta Pahdarina, S.Gz., CSN, seorang sport nutrition advisor yang aktif sebagai konsultan gizi dan kerap membagikan konten tentang gizi kesehatan dan olahraga di instagramnya @pahdarina.ahligizi. Pahdarina mengisi sesi pertama talk show dengan membahas tentang bahaya obesitas dan bagaimana memilih olahraga yang efektif untuk menurunkan berat badan bagi seseorang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

“Olahraga yang efektif adalah olahraga yang paling disukai dan paling bisa dilakukan secara konsisten” ungkapnya.

Pada sesi ini pahdarina juga menjelaskan tentang perbedaan efektivitas berlari dan berjalan kaki. Yang terpenting menurut Pahdarina, bagi seseorang dengan obesitas, penting untuk memastikan olahraga yang aman dengan memilih low-impact exercise agar tidak menimbulkan cidera.

Narasumber lainnya adalah Saskia Fika Ilmiyani, S.Gz., RD, seorang dietisien klinis yang juga aktif sebagai pelari. Saskia mengisi materi tentang cara menyusun gizi yang tepat bagi seseorang pelari dan tips agar mencapai performa maksimal saat berolahraga. Sebagai seseorang yang aktif dalam olahraga berlari, Saskia turut membagikan cerita pengalamannya hingga mampu mencapai personal best.

“Bertemu teman-teman yang memang suka berlari atau gabung di komunitas lari yang sekarang bisa banyak ditemukan” pungkas Saskia, yang turut menekankan pentingnya menemukan lingkungan suportif agar bisa konsisten dalam berolahraga.

Moderator memandu sesi tanya jawab yang cukup aktif. Pertanyaan diajukan oleh para peserta baik dari di zoom maupun kanal YouTube. Pada akhir sesi, moderator membacakan para peserta yang beruntung mendapatkan goodie bag menarik dari panitia dan menutup acara talk show dengan foto bersama.

Kegiatan ini sebagi bentuk komitmen PKGM untuk mendukung tujuan pembagunan berkelanjutan ketiga yaitu menciptakan kesehatan yang baik dan kesejahteraan serta tujuan keempat yaitu mendukung pendidikan bermutu bagi masyarakat. (Kontributor: LA)

Peneliti dari Pusat Kesehatan Gizi dan Manusia Lakukan Pemaparan Hasil Kajian Beras Fortifikasi

Berita Selasa, 10 September 2024

Jakarta, PKGM – Selasa, 3 September 2024, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM melakukan kunjungan ke Perum BULOG Pusat di BULOG Corporate University untuk melakukan presentasi hasil kajian. Tim PKGM diwakilkan oleh Dr. Siti Helmyati, DCN., M. Kes selaku ketua peneliti dan lima anggota lainnya. Turut hadir dari Perum BULOG perwakilan dari Divisi Riset, Perencanaan Strategis, dan Analisis Kebijakan, Divisi Manajemen Mutu, Divisi Penjualan, Divisi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis, serta Divisi Pengadaan dan Manajemen Produk. Kegiatan dibuka dan dipandu oleh Bapak Amrullah selaku kepala Pusat Riset, Perencanaan Strategis dan Analisis Kebijakan.

Hasil kajian PKGM dipaparkan oleh Lintang Aryanti, S.Gz. dengan judul “Uji Efikasi Beras Fortivit pada Balita Stunted dan Remaja Putri: Pendekatan pada Remaja Putri dan Balita untuk Mengatasi Malnutrisi”. Di hadapan tim Perum BULOG, Lintang menyampaikan temuan-temuan yang didapatkan dari hasil kajian intervensi pemberian beras fortifikasi “Fortivit” dan efeknya terhadap status gizi balita stunted dan remaja putri. Selain itu, dipaparkan juga analisis keunggulan beras fortifikasi “Fortivit” dan peluang pengembangannya di masa mendatang. Pemaparan diapresiasi dengan baik oleh tim Perum BULOG Pusat dan setiap divisi menyampaikan tanggapan terhadap temuan. Pada kesempatan ini, tim peneliti memberikan beberapa saran dan rekomendasi untuk pengembangan beras fortifikasi berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan.

Hal yang melatar belakangi mengapa kajian ini dilakukan adalah karena stunting masih menjadi isu kesehatan nasional prioritas sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Upaya percepatan penurunan stunting digalakkan oleh pemerintah Indonesia dengan pendekatan spesifik dan sensitif, dilaksanakan secara konvergen, holistik, serta multisektor. Meskipun stunting terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu pada masa kehamilan hingga anak lahir dan berusia 2 tahun, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin sejak masa remaja. Di satu sisi, ancaman masalah gizi anemia mengancam remaja putri di Indonesia. Beras masih menjadi komoditas utama makanan pokok masyarakat Indonesia. Sayangnya beras hanya mampu memberikan sumbangsih kalori tetapi rendah zat gizi mikro. Sehingga fortifikasi beras dapat menjadi strategi yang prospektif dalam mengatasi kekurangan gizi mikro untuk masalah anemia dan stunting di Indonesia. 

Kegiatan ini memberikan angin segar dalam penanganan masalah gizi di Indonesia khususnya anemia dan stunting. Tim Perum BULOG Pusat berkomitmen untuk menghasilkan beras fortifikasi yang memiliki nilai gizi unggul namun dapat bersaing di pasar dan diminati oleh masyarakat. Harapannya hasil kajian ini dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan ke 2 dan 3 yaitu menghapus kelaparan dan menciptakan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Kerjasama antara PKGM dan Perum BULOG menjadi contoh pentingnya kemitraan antara institusi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah guna mendukung pengembangan bisnis berbasis riset.

 

Kontributor: Ulfatul Karomah & Heriski Dwiutami

 

Focus Group Discussion Bersama Kader Pelaksana Kegiatan dan Stakeholder Program Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN

Berita Sabtu, 31 Agustus 2024

Sleman, PKGM – Tim dari Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia melaksanakan focus group discussion (FGD) tentang program penanganan stunting di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman pada Rabu, 14 dan 21 Agustus 2024. FGD ini merupakan rangkaian kegiatan pendampingan Implementasi Model Best Practice Kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN DIY di Kampung KB Kalurahan Condongcatur. 

FGD pertama dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2024 berlokasi di rumah kepala dusun Gempol. Peserta merupakan kader dan tim pelaksana program model best practice kampung KB yang erdiri dari kader Posyandu, kader Bina Keluarga Balita (BKB), kader Kampung KB, Penyuluh KB, dan kader DASHAT. Sebanyak 11 orang hadir mengikuti diskusi yang dipandu oleh Tim dari PKGM. Selang seminggu kemudian, pada tanggal 21 Agustus 2024, PKGM kembali melakukan diskusi bersama para pihak terkait program stunting di wilayah Kalurahan Condongcatur. FGD kedua ini mengundang sebanyak 12 peserta perwakilan dari Puskesmas, Pemerintah Desa/Kalurahan, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa, tim penggerak PKK, tokoh adat/masyarakat, dan tokoh agama. 

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk menggali informasi terkait pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan stunting yang sedang berjalan serta bagaimana komitmen seluruh pihak masyarakat dalam mewujudkan program tersebut. Secara khusus tim PKGM juga menanyakan tentang evaluasi kegiatan implementasi model best practice kampung KB yang dilaksanakan di BKB Warna Warni Dusun Gempol.

Sudah banyak program stunting yang dilaksanakan di Kalurahan Condongcatur mengingat wilayah ini sempat menjadi lokus stunting. Program-program baik dari pemerintah pusat maupun daerah diimplementasikan oleh pemerintah desa dengan melibatkan puskesmas maupun kader-kader di masyarakat. Para kader berusaha untuk menjalankan tugas sebaik mungkin meskipun terkadang terkendala dengan pembiayaan yang terbatas dan banyaknya pelaporan. Pihak pemerintah desa dan kader berharap akan lebih banyak institusi pendidikan dan swasta yang ikut mendukung program stunting di masyarakat. Hasil diskusi ini dijadikan bahan pertimbangan tim PKGM dalam melakukan evaluasi program dan menyusun rekomendasi kebijakan terkait model best practice kampung KB untuk percepatan penurunan stunting. 

Kegiatan ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan ke 3 yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Open Kontributor Artikel

Berita Selasa, 27 Agustus 2024

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM membuka kesempatan bagi mahasiswa dan alumni Gizi Kesehatan UGM untuk menjadi kontributor artikel kesehatan di PKGM. Program ini terbuka sepanjang tahun lho.. untuk ketentuan lebih lanjut bisa klik di link: bit.ly/ketentuanartikelPKGM

Ayo submit tulisanmu seakarang dan dapatkan feenya!

More info
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id
Instagram: pkgm.ugm
Website: pkgm.fk.ugm.ac.id

Audiensi Hasil Penelitian: Pangan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) dalam Pengendalian Malnutrisi dan Stunting

Berita Jumat, 9 Agustus 2024

Sleman, PKGM – Kamis, 8 Agustus 2024, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM melakukan audiensi daring melalui zoom meeting bersama Bebas Stunting Indonesia. Tim PKGM dihadiri oleh Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes selaku ketua peneliti dan 4 anggota tim lainnya sedangkan dari Tim Bebas Stunting Indonesia hadir 3 orang yaitu Roosje Kumara R, dr. Tono Rustiano, dan Lenny Marlina.

Audiensi bertujuan untuk penyampaian hasil kajian PKGM terkait Pangan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) dalam pengendalian malnutrisi dan stunting kepada Bebas Stunting Indonesia sebagai NGO yang aktif bergerak membantu menurunkan stunting di pusat maupun daerah.
Kegiatan audiensi dipandu oleh moderator, Gifani Rosili dan diawali dengan sambutan dan perkenalan dari Tim PKGM oleh Ibu Siti Helmyati. Ibu Roosje Kumara dari Bebas Stunting Indonesia turut memperkenalkan tim dan menyampaikan program-programnya yang sedang berjalan. Bebas Stunting Indonesia memiliki kegiatan utama melakukan advokasi berdasarkan hasil hajian.

Hasil kajian PKGM dipaparkan oleh Cut Alima Syarifa, S.Gz., Dietisien. Alima membahas terkait manfaat dan efektivitas biaya penggunaan ONS sebagai PKMK dalam penanganan malnutrisi dan stunting, gambaran penanganan malnutrisi dan stunting dengan PKMK di DIY, gambaran pembiayaan penanganan malnutrisi dan stunting dengan PKMK, dan abstrak protokol studi.

Paparan tersebut ditanggapi dengan baik oleh tim Bebas Stunting Indonesia. Ibu Roosje menyampaikan hasil kajian timnya menunjukkan intervensi PKMK berhasil menurunkan peningkatan status gizi dari pendek menjadi normal sebesar 37,5% dan dari sangat pendek menjadi pendek sebesar 12,8%. Menurut Bu Roosje PKMK menjadi harapan baru dalam penanganan stunting di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan masalah pada tingkat kedatangan kontrol pasien. Ditemukan adanya beban biaya yang harus ditanggung oleh pasien penerima PKMK seperti biaya transportasi saat kontrol ke rumah sakit mengingat di daerah lain RS rujukan stunting jumlahnya masih terbatas. Diskusi berjalan dua arah, baik tim PKGM maupun tim Bebas Stunting Indonesia membagikan pengalaman kajian-kajian stunting yang pernah dilakukan.

Kegiatan ini turut mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Ibu Siti Helmyati berharap dengan dilaksanakannya audiensi bisa menciptakan kolaborasi antara PKGM dan Bebas Stunting Indonesia di masa mendatang khususnya dalam penanganan masalah stunting di Indonesia.

Kontributor: Lintang Aryanti

PKGM Adakan Edukasi tentang Kesehatan Mental pada Siswa SMP

Berita Senin, 29 Juli 2024

Bantul, PKGM – Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan edukasi tentang pentingnya mengelola kesehatan mental remaja kepada siswa-siswi sekolah menengah pertama. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Juli 2024 pukul 09.00 bertempat di halaman SMPIT LHI Banguntapan, Kabupaten Bantul. Edukasi kesehatan mental merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat PKGM Tahun 2024 dengan judul “Sehat Bersama Sekolah: Membangun Budaya Kesehatan Melalui Program Health Promoting School”

Sebagai narasumber, Ibu Erna Susilowati, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyampaikan materi dengan judul “Cara Mengelola Kesehatan Mental Remaja” Ibu Erna membuka sesi edukasi dengan dua cerita dan meminta peserta untuk membandingkan perbedaan keduanya. Di tengah sesi, peserta diminta menonton video kartun animasi yang menampilkan contoh masalah kesehatan mental yaitu kecemasan. Ibu Erna juga menyampaikan kasus-kasus kesehatan mental yang kerap dialami oleh remaja sehingga cukup relevan dengan peserta. Sebelum menutup sesi Ibu Erna menegaskan larangan untuk self diagnosed atau mendiagnosis sendiri masalah kesehatan mental yang dialami. Pada akhir sesi, siswa bertanya mengenai kondisi yang dialami oleh masing-masing dari mereka. Diskusi berjalan dengan baik dan para siswa antusias untuk bertanya. 

Edukasi ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 sebanyak 70 anak. SMPIT LHI Banguntapan memiliki concern tentang pentingnya mengenalkan kesehatan mental anak sehingga setiap siswa baru akan diberikan tambahan materi terkait topik tersebut. Setiap tahunnya siswa baru juga akan diminta menjalankan project khusus dengan tema kesehatan mental. Pada tahun ini PKGM berkesempatan mengisi sesi edukasi. Semoga kerjasama ini dapat terjalin berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

Program pengabdian masyarakat bertema Health Promoting School menjadi bagian dari komitmen PKGM dalam mendukung tercapainya tujuan ke-3 pembangunan berkelanjutan yaitu menciptakan kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

 

Kontributor: Lintang Aryanti

Edukasi Anemia Pada Siswa Putri SMP IT LHI Banguntapan

Berita Jumat, 19 Juli 2024

Bantul, PKGM – Anemia merupakan salah satu permasalahan serius yang seringkali ditemukan pada anak dan remaja. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun adalah sebesar 26.8% dan pada anak usia 15-24 tahun adalah 32%. Sebagai upaya untuk mencegah dan mengatasi anemia, pemerintah menciptakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada tahun 2014 yang didistribusikan melalui Puskesmas dan sekolah. Akan tetapi, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya konsumsi TTD menyebabkan konsumsi TTD menjadi rendah. Selain itu, rendahnya pengetahuan remaja juga dapat berpengaruh terhadap perilaku, pola hidup, dan kebiasaan makan yang menyebabkan terjadinya anemia.

Pada hari Jumat, 19 Juli 2024 bertempat di SMP LHI Banguntapan, Bantul, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM menyelenggarakan penyuluhan , yang pada kesempatan ini diwakili oleh Lintang Aryanti, S.Gz, berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan “Penyuluhan Pentingnya Mencegah Anemia pada Remaja” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Sehat Bersama Sekolah: Membangun Budaya Kesehatan Melalui Program Health Promoting School”. Sebelum pemaparan materi, siswa putri dari kelas 7-9 diminta untuk mengisi pre-test terlebih dahulu. Setelah materi selesai disampaikan, diadakan sesi tanya jawab mengenai materi yang telah dipaparkan. Para siswa aktif memberikan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya seputar topik anemia pada remaja putri. Setelah sesi tanya jawab, siswa diminta mengisi post-test. Di akhir acara, diadakan sesi FGD oleh pihak sekolah dengan meninjau ulang materi yang telah disampaikan sebelumnya. Pada sesi ini siswa juga berbagi pengetahuan baru yang diperoleh dari sesi materi tersebut.

Semoga dengan adanya penyuluhan ini, siswa putri dapat lebih memahami cara mencegah anemia dan ikut serta berperan aktif dalam pencegahan anemia pada remaja. Pencegahan anemia diharapkan dapat mendukung capaian SDGs nomor 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera (Good health and well-being) di semua kelompok usia. Selain itu, kegiatan ini juga penting agar generasi muda terbebas dari malnutrisi baik berupa kekurangan maupun kelebihan gizi. Hal ini turut mendukung pencapaian SDGs nomor 2 yaitu tanpa kelaparan (Zero hunger) yang salah satu targetnya adalah mengakhiri segala bentuk malnutrisi.

 

Kontributor: Mitha Aristyarini

Pertemuan Perdana Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN di Kalurahan Condongcatur

Berita Selasa, 25 Juni 2024

Sleman, PKGM – Kegiatan implementasi model best practice BKKBN DIY perdana dilaksanakan pada Rabu, 19 Juni 2024 di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Pertemuan ini mengawali rangkaian kegiatan yang akan berjalan selama 12 minggu kedepan. 

Pertemuan implementasi model best practice kampung KB menggabungkan kegiatan yang ada di Posyandu balita dan Bina Keluarga Balita (BKB). Kegiatan ini terdiri atas serangkaian aktivitas mulai dari pengukuran balita dan ibu hamil, pemberian materi edukasi, kegiatan menyuapi aktif anak, dan pemberian bekal gizi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 50 balita dengan orang tua dan 3 ibu hamil. 

Pada pertemuan pertama peserta mendapatkan edukasi dari ahli gizi dan penyuluh kesehatan Puskesmas Depok 2 tentang 1000 HPK dan pentingnya aktivitas fisik. Selain itu penyuluh KB juga memberikan edukasi tentang 8 fungsi keluarga. Selama kegiatan ini balita dan ibu hamil mendapat makanan tambahan berupa satu menu makan utama. Selain itu, setelah kegiatan selesai peserta sasaran juga mendapatkan bekal gizi berupa bahan makanan mentah untuk diolah dan dikonsumsi di rumah. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada 12.00 WIB.

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan. Tim PKGM juga mengumpulkan data terkait persepsi dan pola asuh orang tua menggunakan instrumen yang telah disediakan oleh BKKBN. Nantinya data tersebut akan digunakan sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan yang menjadi output kegiatan ini. Kegiatan pendampingan yang dilakukan PKGM menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

Persiapan Pendampingan Implementasi Model Best Practice Kampung KB BKKBN di Kalurahan Condongcatur

Berita Senin, 10 Juni 2024

Sleman, PKGM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan rapat persiapan program implementasi model best practice kampung Keluarga Berkualitas (KB) pada Kamis, 6 Juni 2024 di kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, pemerintah Kalurahan Condongcatur, kader Bina Keluarga Balita (BKB), perwakilan Puskesmas Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan PKGM FK-KMK UGM selaku tim pendamping program. Kegiatan dibuka oleh Bapak Kamituwo Kalurahan Condongcatur dan dilanjutkan dengan pemaparan program oleh Ibu Niken dari BKKBN DIY. 

Program implementasi model best practice kampung KB merupakan inovasi dalam penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Model best practice kampung KB adalah intervensi kegiatan yang mengkolaborasikan beberapa kegiatan dalam satu kali penyelenggaraan, meliputi kegiatan DASHAT, Posyandu, Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), PAUD, GERMAS, dan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Program ini merupakan program nasional BKKBN yang diturunkan di setiap provinsi sebagai bagian dari studi kasus praktik baik percepatan penurunan stunting di kampung KB. Kegiatan ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi kebijakan dalam bidang kesehatan. Untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan ini BKKBN DIY menggandeng tim penulis dari Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM. 

PKGM akan berperan sebagai pendamping yang memantau dan mengevaluasi pelaksanaan implementasi model best practice kampung KB di Kalurahan Condongcatur. Turut hadir dalam pertemuan Ibu Dr. Lily Arsanti, STP., MP. dari PKGM sebagai ketua tim penulis. Nantinya selama pelaksanaan kegiatan, Ibu Lily bersama tim penulis PKGM akan melakukan observasi, pengambilan data wawancara, dan dokumentasi sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan untuk percepatan penurunan stunting. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKGM untuk mendukung keberhasilan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya tujuan ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan dan tujuan ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

 

Kontributor: Lintang Aryanti, S.Gz

Menjadi Narasumber dalam Kegiatan DWP Kabupaten Sleman, Peneliti PKGM Sampaikan Tentang Bekal Sekolah Sehat Bergizi

Berita Sabtu, 18 Mei 2024

Sleman, peneliti Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM yang juga dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, Ibu Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi., RD, menjadi pemateri atau narasumber dalam pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman pada Jum’at, 17 Mei 2024 di Aula Unit 1 Pemda Kabupaten Sleman. Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka realisasi program kerja tahun 2024 DWP Kabupaten Sleman serta bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya membawa bekal sekolah pada anak.

Kegiatan dibuka oleh ketua panitia Ibu Widyawati dan sambutan Ibu Fatwa Sari Tetra Dewi selaku ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sleman. Acara dilanjutkan sesi materi, dalam kesempatan ini Ibu Aviria menyampaikan topik berjudul “Bekal Sekolah Sehat Bergizi”. Dalam paparan Beliau disampaikan bahwa peran nutrisi sangat diperlukan bagi anak sekolah sehingga bekal makan siang bisa menjadi salah satu solusi pemenuhan gizi yang aman dan bergizi. Kegiatan dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab bersama dengan peserta dan diakhiri dengan sesi foto bersama. 

Setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan peserta dapat menerapkan kebiasaan baik pada anak membawa bekal sekolah yang sehat dan bergizi agar kebutuhan nutrisi harian anak tercukupi. Kegiatan PKGM ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

123456…12

Berita Terkini

  • PKGM Cegah Anemia Remaja Putri melalui Tes Skrining Hb di SMP LHI Banguntapan
    15/12/2025
  • Kolaborasi PKGM dan ISNA Bekali Ketrampilan Ahli Gizi dan Pelatih untuk Performa Atlet Optimal Melalui Sportifitness 10
    26/11/2025
  • Webinar Sportifitness 10 Hadirkan Pakar Olahraga, Gizi, dan Kesehatan untuk Cetak Atlet Indonesia Berprestasi
    25/11/2025
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY