• UGM
  • IT Center
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia
Universitas Gajah Mada
  • Beranda
    • Kalender Kegiatan
    • Kegiatan Terdekat
    • Berita
    • Konten Edukasi
    • Magang
    • Laporan Tahunan
  • Tentang PKGM
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Peneliti
    • Kontak Kami
  • Kegiatan
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
    • Pelatihan
    • Publikasi
  • Pengalaman Kerjasama
    • Perusahaan
    • Pemerintah
  • LUARAN KEGIATAN
    • Buku dan Modul
    • Video
    • POLICY BRIEF
    • ARTIKEL JURNAL
  • Beranda
  • 2022
  • Mei
Arsip 2022:

Mei

[Selamat & Sukses] Rektor UGM Periode 2022-2027

Berita Sabtu, 21 Mei 2022

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) FK-KMK UGM mengucapkan selamat & sukses kepada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. atas terpilihnya sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada periode 2022 – 2027.

@ovaemi

https://www.instagram.com/p/Cdzg50JLeBF/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Pencegahan Anemia Pada Remaja

EdukasiKonten Edukasi Rabu, 18 Mei 2022

Remaja memiliki peranan penting dalam pembangunan dan perkembangan suatu bangsa, sebab remaja yang sehat merupakan investasi masa depan. Salah satu masalah kesehatan yang menjadi beban pada remaja, khususnya remaja putri adalah anemia. Anemia merupakan kondisi penyakit yang ditandai dengan kurangnya sel darah merah dalam tubuh sehingga menyebabkan kondisi lelah, letih, lesu dan berdampak pada produktivitas penderita. Di samping itu, remaja putri yang mengalami anemia berisiko lebih besar melahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR) dan stunting (Sartika et al., 2021). Prevalensi anemia pada remaja di Indonesia tergolong cukup tinggi, yaitu sebesar 32 % (Riskesdas, 2018). Oleh karena itu, penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja putri menjadi masalah kesehatan yang difokuskan oleh pemerintah. 

Kondisi kekurangan gizi berupa zat besi merupakan salah satu penyebab utama anemia. Hal itu disebabkan oleh gaya hidup dari remaja diantaranya kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal (khususnya sumber zat besi), kebiasaan minum teh serta kopi saat makan, dan kurangnya aktifitas fisik (Kemenkes, 2018). Di sisi lain, pada remaja putri membutuhkan lebih banyak zat besi ketika masa pertumbuhan dan ketika terjadi kehilangan darah, seperti menstruasi. Oleh karena itu, remaja putri lebih berisiko tinggi mengalami anemia karena defisiensi zat besi.

Penanggulangan dan pencegahan anemia pada remaja dapat dilakukan dengan beberapa hal berikut: 1) Meningkatkan asupan makanan sumber zat besi; 2) Suplementasi zat besi dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD); 3) Meningkatkan konsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin C; 4) Meningkatkan konsumsi sumber protein hewani; 5) Menghindari konsumsi teh dan kopi saat makan atau saat mengkonsumsi TTD; dan 6) Berolahraga atau eraktifitas fisik secara rutin (Kemenkes, 2018 dan Wouthuyzen et al., 2015) Dalam mencegah dan menanggulangi kondisi anemia diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan anemia dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Referensi: 

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2018. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Sartika AN, Khoirunnisa M, Meiyetriani E, Ermayani E, Pramesthi IL, Nur Ananda AJ. Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0-11 months: A cross-sectional study in Indonesia. PLoS One. 2021 Jul 14;16(7):e0254662.

Wouthuyzen Bakker, M., & van Assen, S. (2015). Exercise-induced anaemia: a forgotten cause of iron deficiency anaemia in young adults. The British journal of general practice : the journal of the Royal College of General Practitioners, 65(634), 268–269. https://doi.org/10.3399/bjgp15X685069

[PELATIHAN DARING] “Personalized Nutrition: Aplikasi Nutrigenetik bagi Nutrisionis dan Dietisien”

BeritaPelatihan/Workshop Rabu, 11 Mei 2022

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia, FK-KMK UGM

Seri Pelatihan Continuing Nutrition Education (CONNECT)
dengan tema: “Personalized Nutrition: Aplikasi Nutrigenetik bagi Nutrisionis dan Dietisien”

📅 14 Mei-4 Juni 2022
🕛 09.00-11.05
📍 Daring via Zoom

Fasilitas:
e-Sertifikat dengan SKP PERSAGI*, soft-file materi

Biaya Investasi:
750.000 / 7 Sesi
Diskon 15% khusus alumni UGM & Diskon 20% khusus Mahasiswa UGM
atau
150.000 / sesi

Link Informasi & Pendaftaran: http://bit.ly/RegAPLNUT2022

Narahubung : +6281247955559 (WA only)/Instagram @pkgm.ugm

Mengenal Anemia

EdukasiKonten Edukasi Selasa, 10 Mei 2022

Anemia merupakan kondisi kelainan darah yang ditandai kurangnya sel darah merah dalam tubuh atau sel darah merah tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini mengakibatkan tubuh tidak dapat memperoleh cukup oksigen. Anemia merupakan masalah kesehatan global yang serius. Berdasarkan WHO anemia masih diderita 42% anak berusia <5 tahun dan 40% wanita hamil. Gejala yang sering dialami penderita anemia adalah mudah lelah, mudah mengantuk, pusing, pandangan berkunang-kunang, dan wajah terlihat pucat. Penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat gizi, seperti vitamin B12, folat, vitamin A, dan zat besi. 

Terdapat berbagai macam jenis anemia yang dapat diklasifikasikan menjadi anemia gizi dan anemia non-gizi. Anemia gizi merupakan kondisi anemia yang dapat dicegah atau diperbaiki dengan asupan gizi yang tepat. Sedangkan anemia non-gizi tidak disebabkan oleh kekurangan zat gizi, melainkan dari kelainan kondisi tubuh. Apabila mengalami gejala anemia, penting bagi kita untuk mengetahui jenis anemia mana yang dialami agar dapat ditangani secara tepat.

Berikut ini merupakan beberapa jenis anemia non-gizi:

  1. Anemia aplastik

Anemia ini terjadi karena ketidakmampuan sumsum tulang untuk memproduksi cukup sel darah merah. Anemia aplastik terjadi akibat kerusakan genetik, biasanya merupakan penyakit keturunan. Untuk menegakkan diagnosis anemia aplastik, perlu dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan sumsum tulang. 

  1. Anemia sel sabit

Sel darah merah normalnya berbentuk bundar dan lentur, tetapi pada penderita anemia sel sabit bentuk sel darah merahnya seperti sabit dan kaku sehingga mudah menyumbat pembuluh darah kecil. Sel sabit dapat rusak lebih cepat dibandingkan sel normal sehingga peredaran oksigen di dalam tubuh terhambat. Anemia jenis ini merupakan kelainan genetik. Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan anemia sel sabit, tetapi dapat dilakukan tranfusi darah untuk mencegah terjadinya komplikasi. 

  1. Anemia thalassemia

Thalassemia merupakan kondisi kelainan genetik di mana protein pembentuk hemoglobin tidak dapat terbentuk atau tidak mencukupi sehingga sel darah merah mudah pecah. Hal ini menyebabkan penderita kekurangan darah. Pengobatan untuk penyakit ini tergantung keparahan kondisi, biasanya perlu dilakukan tranfusi darah rutin.

 

Selain itu, berikut ini merupakan beberapa jenis anemia yang disebabkan oleh defisiensi zat gizi: 

  1. Anemia defisiensi zat besi

Hemoglobin berfungsi untuk mengangkut oksigen yang nantinya akan diedarkan ke seluruh tubuh. Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Kekurangan hemoglobin menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen. Skrining awal anemia zat gizi dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan kadar hemoglobin. Nilai hemoglobin normal pria adalah 14-18 g/dL dan wanita adalah 12-16 g/dL.

Selain itu, apabila anemia defisiensi zat besi terjadi pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan janin, meningkatkan risiko bayi lahir prematur, bahkan hingga kematian ibu dan bayi. Defisiensi zat besi dapat diperbaiki dengan mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi terutama yang berasal dari hewani seperti daging, hati, susu, dan telur. Selain itu dapat diiringi dengan meningkatkan konsumsi vitamin C yang dapat membantu proses penyerapan zat besi.

  1. Anemia Megaloblastik

Defisiensi vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik. Anemia tersebt merupakan kondisi di mana sel darah merah berukuran lebih besar dari normal atau mengasilkan sel darah merah yang belum matang sehingga mengurangi jumlah oksigen yang dapat dibawa dalam darah. Vitamin B12 dan folat memiliki peran dalam proses regenerasi sel darah merah yang disebut eritropoiesis. Apabila tubuh kekurangan dua zat gizi tersebut, pembentukan sel darah merah yang baru dapat terganggu. Anemia ini dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Vitamin B12 banyak terdapat pada telur atau bahan makanan yang telah difortifikasi seperti sereal, susu, keju, dan yogurt. Asam folat banyak ditemukan di hati sapi, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, 

 

Kondisi anemia apabila berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ, seperti jantung dan paru-paru, karena organ tersebut harus berusaha lebih keras dalam menjalankan tugasnya. Apabila mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan, diharapkan dapat segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Referensi:

  • Centers for Disease Control and Prevention. 2021. Thalassemia. [online]. Available at https://cdc.gov.ncbddd/thalassemia/facts.html
  • Hariz A, Bhattacharya PT. 2022. Megaloblastic Anemia. StatPearls Publishing.
  • National Institutes of Health. 2021. Dietary Supplement Fact Sheets: Folate. [online]. Available at https://ods.od.nih.gov/
  • National Institutes of Health. 2021. Dietary Supplement Fact Sheets: B12. [online]. Available at https://ods.od.nih.gov/
  • World Health Organization. 2017. Nutritional Anaemias: Tools for Evective Prevention and Control. [online]. Available at https://www.who.int/publications/

Berita Terkini

  • Mengenal Lebih Dekat School Meal Program di Berbagai Negara
    21/01/2026
  • PKGM Cegah Anemia Remaja Putri melalui Tes Skrining Hb di SMP LHI Banguntapan
    15/12/2025
  • Kolaborasi PKGM dan ISNA Bekali Ketrampilan Ahli Gizi dan Pelatih untuk Performa Atlet Optimal Melalui Sportifitness 10
    26/11/2025
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM)
(Center for Health and Human Nutrition/CH2N)

Gd Litbang FK-KMK Lt.3, Jalan Medika No.1, Sendowo, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Telp./Faks. (0274) 547775
Email: ch2n.fk@ugm.ac.id

© PKGM-FKKMK UGM 2021

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY